Pasar Saham Sideways, Area Trading Makin Sempit

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pada minggu lalu, pasar saham cenderung melemah. Terakhir IHSG ditutup di level 4.496, terkoreksi cukup lumayan dibanding penutupan minggu sebelumnya di 4.634. Secara teknikal IHSG berada di fase sideways dalam jangka pendek. Bagaimana pergerakan IHSG selanjutnya? Akankah IHSG mampu menguat atau malah terkoreksi kembali? Simak ulasan lengkap Analisis Teknikal IHSG terbaru di sini.

Gambar di bawah adalah grafik IHSG sampai hari Jumat 24 April 2020

Analisis Pasar Saham IHSG 27 April 2020

 

KONDISI PASAR SAHAM SAAT INI

IHSG terlihat bergerak dalam pola sideways. MACD di atas signal, di area negatif. RSI terlihat bergerak turun. Dari kondisi teknikal ini, saya menyimpulkan IHSG berada pada fase sideways dalam jangka pendek. Terlihat area trading makin menyempit.

Sementara bursa saham AS melemah pada minggu lalu. Indeks Dow Jones berada di level 23.775, turun dibanding penutupan minggu sebelumnya di 24.242. Sedangkan indeks S&P500 terakhir di level 2.836, melemah dibanding penutupan sebelumnya di 2.874. Pasar saham AS melemah, seiring kembalinya sentimen dampak ekonomi Coronavirus (Covid-19). Penguatan tersebut juga didorong gagalnya trial obat dari Gilead untuk menangani Covid-19.

Minggu ini tidak banyak data dan kejadian ekonomi penting. Investor pasar saham terutama akan mencermati data ekonomi dari AS dan China. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi dalam minggu ini:

  1. Selasa 28 April 2020 : Kebijakan moneter Jepang, Data keyakinan konsumen AS
  2. Rabu 29 April 2020 : Data inflasi Australia, Data GDP AS, Pernyataan Fed
  3. Kamis 30 April 2020 : Data manufaktur China, Kebijakan moneter Eropa, Data GDP Kanada, Pernyataan ECB, Data klaim pengangguran AS
  4. Jumat 1 Mei 2020 : Data manufaktur AS

Menurut saya, IHSG dalam minggu ini kemungkinan masih bergerak dalam pola sideways. Area trading makin menyempit pada 4441-4629.

Sentimen negatif Coronavirus (Covid-19) kemungkinan masih menjadi perhatian investor pasar saham. Penyebaran Coronavirus terlihat sudah berakhir di China. Sedangkan di Eropa dan AS juga mulai melambat.

Di Indonesia kemungkinan potensi penyebaran Coronavirus yang meluas masih ada. Data terakhir sudah ada 8.211 kasus positif Coronavirus dan 689 kematian (sd Jumat 24 April 2020). Belum ada tanda-tanda penurunan jumlah kasus.

Dengan area trading yang makin menyempit, pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi signifikan. Perhatikan level support 4.441, selama tidak tembus ke bawah (breakdown), IHSG masih cenderung aman. Hati-hati bila jebol level 4.441 ke bawah

Sebaliknya jika tembus ke atas (breakout) level resistance 4.629, kemungkinan berpotensi pada penguatan lanjutan

Support IHSG di 4441, resistance 4629

Disarankan untuk safe trading

 

REKOMENDASI UMUM

  • Rekomendasi bagi trader saham: SHORT TERM TRADING
    IHSG di fase sideways dalam jangka pendek. Bisa trading jangka pendek pada saham-saham tertentu. Tetap safe trading.
  • Rekomendasi bagi investor saham: SELL
    Dalam jangka menengah IHSG terlihat masih downtrend, disarankan mengurangi kepemilikan saham

Rekomendasi di atas adalah rekomendasi umum. Jika ingin mendapatkan sinyal jual beli saham yang lebih spesifik, Anda bisa menggunakan layanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com yang dikirimkan langsung real time ke smartphone Anda.