Prospek IHSG Di Tahun 2011

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tahun 2010 sudah berakhir dan kita mulai memasuki tahun 2011. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana prospek IHSG di tahun 2011. Akankah IHSG tembus 5000? Tulisan ini akan membahas peluang dan tantangan yang akan dihadapi IHSG di tahun 2011

Banyak analis yang optimis kalau IHSG akan bergerak lebih tinggi lagi di tahun 2011. Mereka memperkirakan IHSG bisa mencapai level 4500-5500. Wow! Berikut adalah beberapa hal yang bisa mendorong IHSG lebih tinggi lagi:
1. Tahun 2010 ekonomi tumbuh 5,9%, sejalan dengan target pertumbuhan 2010 sebesar 5,8%. Pemerintah sendiri optimis di tahun 2011 diperkirakan pertumbuhan mencapai 6,3%. Pertumbuhan yang tinggi didorong oleh ekspor terutama migas dan komoditas, konsumsi dalam negeri yang tinggi, dan belanja pemerintah terutama di proyek infrastruktur.

2. Indonesia tinggal selangkah lagi menuju level investment grade. Di bulan Oktober, lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P) menaikkan sovereign outlook Indonesia dari 'stabil' ke 'positif'. Indonesia pun kini tinggal selangkah lagi menuju 'Investment Grade'. Kenaikan outlook Indonesia itu terjadi setelah lembaga pemeringkat lainnya, Moody's jga menaikkan sovereign rating Indonesia dari 'Ba3' menjadi 'Ba2'. Diharapkan di tahun 2011, peringkat Indonesia akan lebih baik lagi, sehingga dana asing lebih banyak yang meluncur ke Indonesia.

Walaupun sepertinya nasib perekonomian Indonesia akan lebih baik lagi tahun depan, kita harus tetap waspada karena ada banyak tantangan yang akan dihadapi Indonesia:
1. Inflasi. Diperkirakan inflasi tahun 2011 akan lebih tinggi dari 2010. Hal ini dipicu kenaikan harga komoditas seperti harga pangan. Bila rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jadi dilaksanakan hal tersebut juga bisa mendorong inflasi lebih tinggi lagi. Inflasi tinggi akan membebani keuangan perusahaan.

2. Jangan lupakan krisis finansial dunia yang masih belum tuntas. Krisis utang Eropa mungkin masih bisa membesar, dan merebak ke negara seperti Portugal. Ekonomi Amerika juga masih loyo. Defisit anggaran semakin besar dan pengangguran masih tinggi. Hal ini bisa menjadi bom waktu bagi perekonomian dunia.

3. Tahun ini ekonomi dunia diprediksi cuma tumbuh 3%, sedangkan 2010 pertumbuhan  3,7%, penyebabnya Cina mengerem pertumbuhan. Hal ini mungkin menekan permintaan komoditas, termasuk dari Indonesia.

4. Penggerak IHSG selama ini adalah hot money. Dana asing belum banyak masuk ke sektor riil di bandingkan dengan sektor finansial, karena banyak hal seperti infrastruktur yang masih jelek, birokrasi dll. Hot money ini berpeluang keluar dari Indonesia kalau ekonomi global menjadi pulih

5. Secara valuasi, IHSG sudah kemahalan. Di tahun 2010 IHSG sudah naik 46,13% menjadi 3.703.512 pada penutupan perdagangan tahun 2010. Hal ini menjadikan investasi saham di Indonesia lebih berisiko dibanding negara Asia lain. PER IHSG sampai tanggal 6 Desember 2010 adalah 18,18. Perbandingan dengan bursa regional dan global lain dapat dilihat di tabel di bawah ini.

Bursa Indeks % (YTD) P/E 2010
IHSG 3.722 46,88 18,18
Strait Times (Singapore) 3.192 10,16 15,53
Nikkei 225 (Japan) 10.141 -3,84 17,75
Hang Seng (HK) 23.428 7,11 14,73
Dow Jones (AS) 11.362 8,96 13,34
Shang Hai (Cina) 2.875 -12,24 16,27
FTSE 100 (Eropa) 5.774 6,68 11,68
BSE Sensex (India) 19.944 14,20 18,89
Brazil Bovespa (Brazil) 69.551 1,40 13,32

 

Kesimpulan:
IHSG di tahun 2011 prospek masih cukup baik. Kemungkinan IHSG akan lebih baik daripada 2010. Namun, Anda harus melihat fakta bahwa IHSG saat ini sudah terlalu mahal. Memang mahal ini sifatnya relatif, IHSG yang sudah terasa mahal pun mungkin masih bisa naik lagi. Namun saya melihat IHSG di tahun 2011 akan lebih bersifat sideways. Kalaupun naik IHSG tidak akan terlalu spektakular seperti di tahun 2010 lalu, kemungkinan akan bergerak kira-kira 20-30% dari posisi sekarang. Potensi koreksi ada, namun tidak terlalu signifikan. Jadi kalaupun koreksi, ya tidak perlu khawatir berlebihan.

Catatan: Tulisan ini dibuat di akhir tahun 2010, dan dipublikasikan di website lama. Tulisan ini tetap saya publikasikan di website baru ini, saya pikir masih tetap berguna sebagai referensi. Tulisan ini dibuat dalam perspektif fundamental ekonomi makro dan time horizon panjang.