Menjelang Akhir Tahun, Pasar Saham Berkonsolidasi Di Area 6000-6200

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pada minggu lalu, pasar saham bergerak relatif datar, dan ditutup di level 6.163, turun tipis dibanding penutupan minggu sebelumnya di 6.169. Secara teknikal IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek. IHSG masih bertahan di tengah bursa saham dunia yang berguguran. Bagaimana pergerakan IHSG selanjutnya? Mampukah IHSG bertahan atau bahkan menguat kembali? Simak ulasan lengkap Analisis Teknikal IHSG terbaru di sini.

Gambar di bawah adalah grafik IHSG sampai hari Jumat 21 Desember 2018

Analisis Pasar Saham IHSG 21 Desember 2018

 

KONDISI PASAR SAHAM SAAT INI

IHSG terlihat relatif masih kondusif. MACD di bawah signal, bernilai positif. RSI terlihat bergerak cenderung datar. IHSG juga terlihat masih di dalam channel uptrend. Dari kondisi teknikal ini, saya menyimpulkan IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek.

Sementara bursa saham AS bergerak turun sepanjang minggu lalu. Indeks Dow Jones terakhir di level 22.445, turun tajam dibanding minggu sebelumnya di 24.100. Sedangkan indeks S&P500 terakhir di level 2.416, turun dibanding minggu sebelumnya di 2.599. Penurunan tajam bursa saham AS didorong kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Penurunan tajam bursa saham AS di akhir minggu terjadi setelah penasihat perdagangan Gedung Putih menyatakan AS dan China mungkin tidak akan mencapai kesepakatan dagang dalam waktu 90 hari, kecuali China sepakat untuk mengubah kebijakan ekonominya. Kemungkinan terjadinya government shutdown juga memperparah penurunan bursa saham AS. Nasdaq terkonfirmasi memasuki bear market pada Jurmat minggu lalu.

Berita terbaru: Trump mempertimbangkan untuk memecat Ketua Fed Powell setelah Fed menaikkan suku bunga pada minggu lalu.

Minggu ini ada beberapa data dan kejadian ekonomi penting. Yang perlu diperhatikan investor dan trader terutama keputusan suku bunga Fed dan juga Rapat Dewan Gubernur BI. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi dalam minggu ini:

  1. Kamis 27 Desember 2018 : Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Data keyakinan konsumen AS

Menurut saya, kemungkinan minggu ini IHSG cenderung bergerak agak berkonsolidasi. Situasi pasar saham dunia juga tidak terlalu cerah. Menjelang libur akhir tahun, kemungkinan pasar juga cenderung sepi. BEI libur pada Senin 24 Desember 2018 dan Selasa 25 Desember 2018. BEI baru buka lagi Rabu 26 Desember 2018. Jadi cuma tersisa 3 hari bursa.

Kemungkinan IHSG masih bergerak dalam area 6000-6200. Waspada terhadap aksi profit taking yang kemungkinan bisa terjadi. Jika terjadi koreksi, IHSG berpotensi menguji level 6.000. Bagi yang berharap Santa Rally, kemungkinan tahun ini agak sulit terjadi. Disarankan tetap berhati-hati, kondisi pasar saham dunia tidak terlalu kondusif.

Support IHSG berada di 6.000, sedangkan resistance di 6.200.

 

REKOMENDASI UMUM

  • Rekomendasi bagi trader saham: BUY
    IHSG uptrend dalam jangka pendek. Bisa beli untuk trading jangka pendek pada saham-saham tertentu. Tetap safe trading.
  • Rekomendasi bagi investor saham: BUY
    Dalam jangka menengah IHSG terlihat mulai masuk fase uptrend, disarankan akumulasi saham-saham tertentu.

Rekomendasi di atas adalah rekomendasi umum. Jika ingin mendapatkan sinyal jual beli saham yang lebih spesifik, Anda bisa menggunakan layanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com yang dikirimkan langsung real time ke smartphone Anda.