Pasar Saham Bearish, Saatnya Evaluasi

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Semua orang pasti terlihat pintar berinvestasi atau trading saat pasar saham cenderung bergerak naik (bullish). Mencari profit di saat pasar saham bullish itu gampang. Bahkan ngawur beli saham pun bisa profit. Tapi bagaimana saat pasar saham cenderung bergerak turun (bearish)? Hanya sedikit investor atau trader yang bisa berkinerja baik saat pasar saham bearish. Saat pasar saham bearish, biasanya kebanyakan orang baru menyadari berinvetasi atau trading saham itu tidak mudah. Maka dari itu, saat pasar saham bearish, adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan evaluasi.

Pasar Saham Bearish, Saatnya Evaluasi

Lalu apa saja yang perlu dievaluasi? Tanyakan hal-hal tersebut di bawah ini pada diri Anda sendiri:

1. Tanyakan apakah pasar saham tepat untuk Anda?
Investasi di pasar saham merupakan kegiatan berisiko tinggi. Saat pasar saham bearish, harga bisa anjlok bahkan sampai -50% lebih seperti terjadi pada tahun 2008. Tidak semua orang cocok dengan risiko dan fluktuasi pasar saham yang tinggi. Bila Anda merasa pasar saham tidak cocok, masih banyak pilihan investasi yang lain, misalnya properti, obligasi, dan lain sebagainya. Selengkapnya baca di sini

2. Tanyakan apakah Anda lebih cocok menjadi trader atau investor?
Jika merasa tetap nyaman berada di pasar saham, selanjutnya Anda harus memahami lebih cocok sebagai trader atau investor? Menjadi investor berbeda sekali dengan trader. Misalnya selama ini Anda menjadi trader saham, tapi ternyata hasil kurang memuaskan, karena keterbatasan waktu, skill dan lainnya mungkin bisa mempertimbangkan menjadi investor jangka panjang seperti Warren Buffett.

3. Tanyakan bagaimana hasil investasi atau trading Anda selama masa bearish ini?
Bandingkan dengan IHSG sebagai patokan. Bila hasilnya secara signifikan lebih jelek dari IHSG, kemungkinan Anda perlu mereview Strategi Trading atau Strategi Investasi yang selama ini dilakukan.

4. Tanyakan apakah ada yang salah dengan strategi investasi dan trading yang selama ini digunakan?
Saat pasar saham bullish, semua strategi investasi atau trading apapun biasanya terlihat ampuh. Tapi pasar saham bearish akan menyingkapkan kebenaran tentang strategi tersebut. Orang yang investasi atau trading sahamnya amburadul biasanya karena tidak memiliki strategi sama sekali atau sudah memiliki strategi tapi tetap tidak tenang, tetap was-was, stres.

  • Apakah strategi tersebut sudah sesuai dengan profil risiko, kepribadian, dan kebutuhan Anda.
  • Apakah strategi tersebut bisa meminimalkan risiko yang terjadi saat pasar saham anjlok
  • Apakah strategi tersebut sebenarnya sudah bagus, tapi kita yang salah menjalankan misalnya karena kurang disiplin, faktor emosi dan sebagainya

5. Tanyakan apakah Anda perlu meningkatkan skill investasi atau trading? Jika ya, apakah yang perlu dipelajari?
Pasar saham bearish akan menyingkapkan kelemahan kita sebagai investor atau trader. Mungkin Anda perlu lebih mempelajari Analisis Fundamental, Analisis Teknikal, Manajemen Uang, atau Psikologi Trading

6. Tanyakan apakah guru saham Anda ikuti sekarang memang guru sejati atau abal-abal?
Bila Anda sedang belajar investasi atau trading pada seseorang, atau mengikuti rekomendasi berbayar, perhatikan saat pasar saham bearish apa yang dilakukan guru saham tersebut. Biasanya cacat-cacatnya muncul. Bila guru tersebut tetap agresif, memberikan rekomendasi begitu banyak, tidak peduli risiko, kelihatan bingung, hasil secara signifikan jauh lebih ambyar dari IHSG dan lain sebagainya maka perlu dipertanyakan profesionalitasnya. Mentor saham yang baik cenderung memiliki balance, baik secara teknis dan emosional. Ia menyeimbangkan antara mengejar profit dan meminimalkan risiko. Trading adalah tentang mengelola profit dan loss

7. Tanyakan apakah forum, grup saham yang Anda ikuti sekarang berguna atau tidak ada gunanya?
Kebanyakan komunitas, forum atau grup saham tidak banyak gunanya, lebih banyak berisiknya daripada memberi ilmu. Pada saat pasar saham bearish, justru makin berisik. Jika Anda mengikuti komunitas, forum atau grup saham yang malah membuat terombang-ambing, stres, lebih baik keluar

Semoga artikel ini menginspirasi

Desmond Wira
http://www.juruscuan.com