Pasar Saham Anjlok (Crash), Apa Yang Harus Dilakukan?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pasar saham tidak selalu bergerak naik terus. Ada kalanya turun, yang kadang sangat tajam. Tidak selamanya bursa saham akan naik, suatu waktu karena kejadian tertentu pasar saham bisa anjlok. Istilah kerennya“CRASH”. Pada saat ini semua saham tidak terkecuali, termasuk yang berfundamental kuat, turun harganya sangat dalam. Investor yang mengalami pasar saham crash seringkali bingung tidak tahu harus berbuat apa. Artikel ini akan membahas tips apa saja yang harus dilakukan seorng investor saham saat menghadapi pasar saham anjlok (crash).

Krisis Di Pasar Saham, Bagaimana Menyikapinya?

PASAR SAHAM CRASH SELALU TERJADI
Sejak berdirinya pasar keuangan, situasi pasar yang anjlok sangat tajam selalu terjadi. Walaupun tentu saja tidak sering. Di bawah ini adalah beberapa contoh crash yang terjadi di pasar keuangan dan saham:

1637 Tulip Mania Bubble
1720 Mississipi Bubble, mengakibatkan ekonomi kolaps di Perancis
1720 South Sea Bubble
1769 Bengal Bubble
1772 Credit Crisis
1791 Financial Crisis
1796 Panic of 1796
1819 Panic of 1819
1825 Panic of 1825
1837 Panic 0f 1837
1847 Panic of 1847
1857 Panic of 1857
1866 Panic of 1866
1869 Black Friday
1873 Panic of 1873, mengakibatkan depresi di AS dan Eropa
1882 Paris Bourse Crash
1884 Panic of 1884
1890 Encilhamento, kolapsnya ekonomi Brazil
1893 Panic of 1893
1896 Panic of 1896
1901 Panic of 1901, karena pembunuhan Presiden AS William Mc Kinley
1907 Panic of 1907
1929 Wall Street Crash, mengakibatkan Great Depression
1937 Resesi AS
1962 Kennedy Slide of 1962
1971 Brazillian Market Crash
1973 Stock market crash
1987 Black Monday,
1989 Rio De Janeiro Crash
1989 Friday The Thirteen Mini Crash
1990 Resesi AS
1991 Japanese Asset Price Bubble
1992 Black Wednesday di Inggris
1997 Krisis ekonomi Asia 1997-1998
1998 Krisis ekonomi Rusia
2000 Dot Com Bubble
2001 September 11 Attack
2002 Stock market downturn di AS, Kanada, Asia dan Eropa
2007 Chinese Stock Bubble
2008 Krisis finansial di AS, subprime mortgage
2009 Dubai Debt problem
2010 Europe Debt problem
2010 Flash Crash, Dow Jones anjlok 1000 poin
2013 Fed taper
2015 Devaluasi yuan, Chinese market crash
2016 Kemenangan Trump di Pemilu AS mengakibatkan gejolak di pasar saham
2016 Brexit
2018 Dow anjlok 10% hingga dlm beberapa bulan langsung masuk bear market
2020 Coronavirus + oil price war, Dow Jones anjlok hingga 2000 poin

SEBAGAI INVESTOR SAHAM, ANDA HARUS SIAP PADA SITUASI TERBURUK
Pasar saham suatu saat bisa jatuh. Kita tidak tahu kapan terjadinya. Sebagai investor kita harus siap pada segala sesuatunya. Strategi investasi Anda sebaiknya tidak hanya siap menghadapi pasar saham yang naik, tapi juga harus mempertimbangkan kejadian sebaliknya. Banyak investor hanya memikirkan bagaimana supaya profit, tapi lupa mempertimbangkan bahwa suatu saat pasar saham bisa anjlok (crash). Seperti nonton film horor, Anda tentunya sudah siap untuk kaget. Itulah pentingnya persiapan.


UNTUK INVESTOR SAHAM YANG TERLAMBAT KELUAR PASAR (NYANGKUT)
Investor yang nyangkut saat pasar saham anjlok (crash) biasanya mempertimbangkan apakah akan hold terus atau jual rugi (cut loss). Berikut ada beberapa poin yang bisa menjadi pertimbangan:

  • Investasi atau trading? Apakah strategi Anda investasi jangka panjang seperti Warren Buffet atau trading. Jika investasi jangka panjang biasanya tidak perlu menjual selama fundamental perusahaan masih baik. Gunakan Analisis Fundamental untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Sebaliknya jika Anda trader, kemungkinan perlu mempertimbangkan cut loss untuk menghindari kerugian lebih besar. Berikut tips mengoptimalkan Cut Loss.
  • Jika memang ingin cut loss, manfaatkan rebound yang terjadi. Biasanya walaupun pasar saham downtrend, ada rebound yang terjadi.
  • Pilih saham yang sebaiknya segera cut loss atau menunggu dulu rebound. Biasanya saat rebound, saham blue chip ikut rebound dengan cepat. Tapi saham berfundamental jelek kadang turun terus.
  • Setelah cut loss, pikirkan strategi lanjutan. Apakah menunggu pasar membaik baru masuk atau switching langsung ke saham lain.

 

UNTUK INVESTOR SAHAM YANG SIAP MASUK PASAR
Pasar saham yang turun tajam selain merupakan ancaman, juga bisa menjadi peluang untuk membeli saham dengan harga murah. Buy when there's blood on the street. Tapi strategi ini harus dilakukan dengan baik, jika tidak, bukannya profit tapi ikut terseret jika masuk terlalu cepat. Bisa jadi malah akhirnya menangkap pisau jatuh di pasar saham:

  • Pastikan pasar saham sudah selesai drama bearishnya. Kita tidak tahu berapa lama bearishnya, bisa sebentar, bisa beberapa bulan, tapi juga sampai hitungan tahun
  • Beli saham berfundamental baik. Biasanya saham berfundamental baik adalah yang paling cepat rebound saat pasar saham membaik
  • Perhatikan tanda-tanda pembalikan arah. Anda bisa menggunakan Analisis Teknikal untuk mengetahui kondisi pasar yang terkini. Misalnya Anda dapat menggunakan berbagai indikator Analisis Teknikal untuk mendeteksi trend. Contohnya yang populer digunakan adalah Moving Average atau MACD

 

Kesimpulan
Pasar saham memang penuh drama

Kadang membuat bahagia, kadang membuat jantungan,

Tapi di balik setiap dramanya, selalu ada peluang

... tapi hanya bagi yang bisa memanfaatkan

 

Semoga artikel ini menginspirasi

Desmond Wira
http://www.juruscuan.com