Perbedaan Krisis, Resesi Dan Depresi Ekonomi

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Akibat pandemi Covid-19 sejumlah mengalami resesi ekonomi, bahkan beberapa terancam mengalami depresi. Ada tiga pengertian yang memiliki makna mirip yaitu krisis, resesi dan depresi ekonomi.Lalu apa sebenarnya perbedaan masing-masing? Simak penjelasannya di sini

Perbedaan Krisis, Resesi Dan Depresi Ekonomi

APA ITU KRISIS EKONOMI?
Krisis ekonomi mengacu pada penurunan kondisi ekonomi secara drastis yang terjadi di sebuah negara. Penyebab krisis ekonomi biasanya adalah fundamental ekonomi yang rapuh, misalnya inflasi yang sangat tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang terhambat. Krisis ekonomi merupakan suatu shock pada sistem perekonomian suatu negara, biasanya di hampir semua sektor ekonomi, hingga berlanjut pada resesi.

Gejala adanya krisis ekonomi biasanya antara lain:

  • Penurunan kemampuan belanja pemerintah
  • Jumlah pengangguran meningkat
  • Penurunan konsumsi atau daya beli masyarakat
  • Kenaikan harga bahan pokok yang tidak terbendung
  • Penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup tajam
  • Penurunan nilai tukar yang tajam dan tidak terkontrol

 

APA ITU RESESI EKONOMI?
Resesi atau kemerosotan ekonomi adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB atau GDP) bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih berturut-turut. Resesi biasanya mengakibatkan penurunan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Indonesia sendiri pernah mengalami dua kali resesi ekonomi pada tahun 1960 dan 1998

 

APA ITU DEPRESI EKONOMI?
Depresi dalam hal ini merujuk pada resesi ekonomi yang berlangsung dalam waktu lama dan tidak bisa diatasi. Depresi parah bisa menyebabkan kebangkrutan ekonomi (economy collapse). Biasanya depresi ini berlangsung antara 18-43 bulan. Dengan kata lain, depresi ekonomi merupakan kondisi yang jauh lebih parah dari resesi.

Dunia pernah mengalami depresi ekonomi pada tahun 1930-an (The Great Depression).

Great Depression di Amerika Serikat dimulai dari Black Thursday di Wall Street pada tahun 1929. Kepanikan investor membuat pasar saham anjlok (crash) hingga 11% di pembukaannya. Kejadian tersebut berlanjut hingga membuat krisis ekonomi (banyak PHK & pengangguran) hingga resesi dan akhirnya menjadi depresi.

Definisi depresi biasanya:

  • Penurunan PDB riil melebihi 10%, atau
  • Resesi berlangsung selama 2 tahun atau lebih

 

Sidney J. Harris pernah mengatakan demikian: "Sebuah resesi adalah ketika tetanggamu kehilangan pekerjaan; depresi adalah ketika kamu yang kehilangan pekerjaan."

Semoga artikel ini bermanfaat

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com