Berinvestasi Saham Dengan Uang Receh

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Banyak orang menganggap enteng uang kecil atau uang receh. Anda mungkin tidak ingat berapa banyak sudah mengeluarkan uang receh hari ini. Biasanya uang receh digunakan untuk membeli rokok, permen, snack, kerupuk, kopi, parkir, dan lain-lain. Di artikel ini Anda akan belajar bahwa berinvestasi saham bisa dilakukan dengan uang receh.

Money CoinsLangkah pertama adalah menghargai setiap rupiah yang kita miliki. Setiap rupiah berharga. Rahasianya adalah jangan memandang uang seribu itu adalah uang receh. Uang seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, tetaplah uang. Sepuluh ribu kurang seribu tetap saja 9 ribu. Anda harus memandang uang seribu sebagai benih yang akan menghasilkan pohon uang untuk Anda. Jika Anda membuang benihnya, bagaimana Anda memiliki pohon uang?

Di bawah ini akan ditunjukkan bagaimana Anda bisa berinvestasi saham dengan hanya uang receh. Uang yang kalau hilang pun jarang ada yang mencari. Cuma seribu koq. Jika Anda membaca bab ini sampai selesai, kemungkinan Anda akan memandang uang seribu ini dengan berbeda.

Uang receh ini bisa disisihkan dari pengeluaran sehari-hari. Kita tabung, dan bila sudah mencukupi bisa kita gunakan untuk menambah modal investasi di pasar saham. Banyak pengeluaran sehari-hari yang bisa kita sisihkan. Misalnya kita sebulan bisa 4 kali ke kedai kopi, menyeruput kopi menghabiskan 4 x 50 ribu = Rp 200 ribu sebulan. Atau Rp 2,4 juta per tahun. Misalnya kita kurangi saja menjadi mampir ke kedai kopi 2 kali sebulan, maka kita bisa menghemat 2 x 50 ribu = Rp 100 ribu setiap bulannya. Atau 1,2 juta per tahun

Atau misalnya Anda merokok? Berhentilah merokok. Selain problem kesehatan - misalnya radang paru-paru, TBC, bahkan impotensi - berhenti merokok memiliki manfaat untuk keuangan Anda. Jika Anda merokok 1 pak sehari – anggap saja 10.000 rupiah per pak – berarti Anda membakar 30 x 10 ribu = Rp 300 ribu sebulan. Atau Rp 3,6 juta per tahunnya. Kalau Anda tetap merokok selama 10 tahun berarti Anda membakar 36 juta.

Misalkan Anda berhenti merokok, dan uang rokok ini Anda sisihkan untuk diinvestasikan secara rutin di pasar saham. Dengan return 15% per tahun maka uang Anda bisa berkembang menjadi:

Tahun Tiap thn + 3,6 juta Hasil Investasi
1 3.60 4.14
2 7.74 8.90
3 12.50 14.38
4 17.98 20.67
5 24.27 27.91
6 31.51 36.24
7 39.84 45.82
8 49.42 56.83
9 60.43 69.49
10 73.09 84.06
11 87.66 100.81
12 104.41 120.07
13 123.67 142.22
14 145.82 167.69
15 171.29 196.98
16 200.58 230.67
17 234.27 269.41
18 273.01 313.96
19 317.56 365.20
20 368.80 424.12
21 427.72 491.87
22 495.47 569.79
23 573.39 659.40
24 663.00 762.45
25 766.05 880.96
26 884.56 1,017.25
27 1,020.85 1,173.97
28 1,177.57 1,354.21
29 1,357.81 1,561.48
30 1,565.08 1,799.84

 

Sepertinya memang uang 300 ribu sebulan tersebut tidak ada artinya. Tetapi kalau dilakukan kontinu maka hasilnya akan cukup besar. Dalam waktu 30 tahun uang Anda akan menjadi Rp 1.799.840.000. Lumayan kan. Hanya dari tidak merokok, atau menghemat uang receh sepuluh ribu rupiah setiap hari. Selain tidak kehilangan uang 36 juta krn dibakar oleh api rokok, Anda mendapatkan hasil investasi Rp 1,799 miliar. Anda juga menghemat biaya asuransi kesehatan jika tidak merokok. Anda juga bisa menghemat pengeluaran perawatan jika Anda sakit karena penyakit yang disebutkan di atas. Masih mau merokok?

Sekarang Anda percaya bisa berinvestasi dengan uang receh?

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com