Pasar Saham Dan Pemilu

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Persepsi investor terhadap kondisi pasar saham ketika berada di tahun politik, yaitu tahun dimana berlangsung Pemilu (Pemilihan Umum) cukup bervariasi.  Ada yang memandang positif, karena pemilu bisa memicu pertumbuhan ekonomi. Tetapi, tidak sedikit investor yang berpendapat bahwa pemilu berpotensi menimbulkan ketidakpastian, terutama bila terjadi kekacauan. Apa sebenarnya yang terjadi pada pasar saham di tahun Pemilu? Simak lebih lanjut

Untuk mengetahui kecenderungan yang terjadi pada IHSG di tahun Pemilu, kita bisa melihat statistik di bawah ini.

Pemilu IIHSG
1999 72.01%
2004 44.72%
2009 90.53%
2014 22,27%

Pada empat Pemilu setelah jaman Orde Baru, IHSG mengalami kenaikan signifikan. Bila ditinjau lebih lanjut, kenaikan tahun 1999 dan 2009 terjadi setelah krisis ekonomi Asia 1998, dan krisis Eropa 2008. Sebenarnya dengan hanya empat sampel seperti ini, secara statistik belum bisa dijadikan kesimpulan kuat bahwa IHSG memiliki kecenderungan naik di tahun Pemilu. Tapi setidaknya memberi gambaran, Pemilu tidak perlu sedemikian besar ditakutkan oleh investor. Menurut saya, jika pemilu memberikan harapan baru, ada potensi besar ekonomi juga bertumbuh karena kepercayaan diri pelaku ekonomi juga meningkat. Seperti yang terjadi pada 1999, di mana IHSG kala itu melonjak cukup signifikan sebesar 12 persen menuju ke level 686,95 pada perdagangan tanggal 8 Juni 1999 atau tepat satu hari pasca pelaksanaan pemilu. Saat itu Pemilu diharapkan memberikan perubahan baru. Semua Pemilu 1999, 2004, 2009, dan 2014 boleh dibilang memiliki kesamaan, yaitu hasilnya disukai pasar. Di mana, adanya pemimpin negara yang baru terpilih dapat memberi harapan baru dalam pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Bagaimana untuk para trader? Perhatikan gambar di bawah ini:

Dari gambar di atas terlihat pada Pemilu 1999 dan 2004, IHSG bergerak turun. Tapi sesudah Pemilu cenderung meningkat. Setelah itu terjadi koreksi kembali. Kenaikan setelah Pemilu juga terjadi dan koreksi setelahnya juga terjadi pada Pemilu 2009. Tentu saja data ini adalah adalah data yang telah lalu dan belum tentu bisa menggambarkan kondisi ke depannya. Akan tetapi paling tidak kita sebagai trader bisa bersiap bila terjadi skenario yang sama seperti sebelumnya :)

regards
DW
http://www.juruscuan.com