Jangan Kaget, Uang Anda Di Tabungan Menyusut Nilainya

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Masyarakat Indonesia memang gemar menyimpan uang di tabungan. Bahkan sejak kecil, kita diajarkan untuk menabung. Dengan menabung kita mendapatkan bunga tabungan. Namun yang tidak diketahui oleh banyak orang awam adalah walaupun diberikan bunga, uang kita tetap menyusut nilainya. Dengan tingkat bunga tabungan yang relatif kecil, maka orang yang menabung bukannya untung tapi malah buntung. Penyebabnya adalah INFLASI.

APA ITU INFLASI?
Ibu rumah tangga tentu tahu kalau harga barang kebutuhan pokok seperti beras, telur dan lain sebagainya harganya naik terus. Dalam ilmu ekonomi, proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) ini disebut dengan inflasi. Semua barang mengalami kenaikan harga. Indonesia sendiri secara historis memiliki tingkat inflasi yang cukup tinggi. Pukul rata saja tingkat inflasi Indonesia adalah sekitar 7%. Artinya secara rata-rata harga-harga naik 7% per tahun. Ambil contoh mobil Avanza, tahun 2004 adalah 99 juta. Di tahun 2014 mobil yang sama dibanderol 180 juta. Kalau dihitung setiap tahun harga mobil tersebut naik sekitar 7%.

Angka inflasi tersebut rata-rata ya, karena ada saja harga yang naiknya nggak ketulungan. Seperti misalnya biaya pendidikan sekolah, yang bisa naik 20% per tahun.

Bagaimana efek inflasi tersebut? Inflasi akan menggerus nilai uang kita. Secara nominal memang tidak berubah, tetapi nilai uang turun sejalan waktu. Misalnya dalam contoh mobil Avanza tersebut. Jika kita memiliki uang 99 juta di tahun 2004 kita masih bisa membeli mobil tersebut. Tapi jika kita memiliki uang 99 juta di tahun 2014, kita cuma bisa membeli kira-kira separo mobilnya doang. Hehehe. Jadi nilai uang kita menyusut hampir setengahnya karena inflasi dalam waktu 10 tahun.

 

BAGAIMANA NASIB UANG KITA DI TABUNGAN?
Uang kita memang terlihat meningkat karena bunga bank. Tetapi bunga tabungan tersebut terlalu kecil dibandingkan dengan inflasi. Umumnya bank selalu memberikan bunga tabungan lebih rendah dari inflasi. Di tahun 2014, rata-rata bunga bank adalah 4,5% sedangkan inflasi mencapai 7,5%. Jadi uang di tabungan kita akan mengalami susut, nilainya malah minus 3% per tahun. Karena itulah jika Anda menyimpan uang di tabungan, justru kekayaan Anda akan tergerus inflasi. Apalagi kalau saldo cuma seuprit, uang di tabungan makin susut dipotong biaya administrasi dan kartu ATM.

 

BAGAIMANA MELAWAN INFLASI?
Dana hasil menabung perlu diinvestasikan untuk membuatnya lebih berkembang. Make your money grow. Kita perlu melakukan investasi karena jika mengandalkan tabungan saja pasti akan digerogoti inflasi. Investasi perlu dilakukan di instrumen yang bisa mengalahkan inflasi, misalnya pasar saham. Simak di sini bagaimana investasi emas atau saham memiliki imbal hasil cukup tinggi yang bisa mengalahkan inflasi.

Imbal hasil di pasar saham Indonesia kira-kira 13% per tahun, cukup lumayan untuk melawan inflasi. Bagaimana cara menghitung imbal hasil pasar saham tsb, baca buku Analisis Fundamental Saham Edisi Kedua hal 150. Matematika sederhananya investasi di pasar saham Indonesia akan membuat uang Anda menjadi kira-kira dua kali lipat dalam waktu 7 tahun.

Itulah pentingnya berinvestasi di instrumen investasi yang bisa mengalahkan inflasi. Do't let inflation eats your money. Dengan berinvestasi di psr saham, Anda melipatgandakan uang setiap 7 tahun, berarti meninggalkan inflasi jauh di belakang.

 

MULAI DENGAN MENABUNG, LANJUTKAN DENGAN INVESTASI
Bukan berarti menabung tidak perlu dilakukan. Tetapi mulailah dengan menabung, lalu lanjutkan dengan investasi. Anda bisa berhemat, menabung dengan tujuan akumulasi dana. Kemudian setelah terkumpul dana tersebut dimasukkan dalam investasi yang bisa mengalahkan inflasi seperti investasi saham.

Sekarang terserah Anda. Mau nilai uang Anda susut karena inflasi atau mau uang Anda berlipat karena investasi?

Ingin berinvestasi di pasar saham? Baca artikel cara Memulai Investasi Saham di sini

"How many millionaires do you know who have become wealthy by investing in savings accounts? I rest my case". –Robert G. Allen

 

 

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com