Lebih Pintar Mana: Manajer Investasi Profesional atau Monyet?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Setelah membaca artikel "Bisakah Investor Individu Mengalahkan Pasar?" Anda tentu sudah tahu bahwa ternyata memang cukup sulit untuk mengalahkan pasar. Barangkali Anda berpikir, apakah lebih baik menyerahkan pengelolaan dana pada Fund Manager (Manajer Investasi) profesional. Manajer investasi profesional memegang modal besar, punya team riset, akses informasi cepat, pengalaman dan skill mumpuni. Logikanya tentu seharusnya manajer investasi profesional lebih baik daripada investor individu dalam mengalahkan pasar. Tetapi apakah para fund manager profesional tersebut juga bisa mengalahkan pasar?

Apakah Anda mengenal Monkey Portofolio? Bagaimana kisah pembentukan Monkey Portofolio ini? Ini dimulai pada tahun 1973 ketika profesor Burton Malkiel dari Princeton University mengklaim dalam buku larisnya, A Random Walk Down Wall Street, bahwa "Seekor monyet yang ditutup matanya dan melemparkan anak panah (dart) pada halaman keuangan surat kabar bisa memilih portofolio, yang juga sama-sama dipilih secara hati-hati oleh para pakar".

Perusahaan Research Affiliates berkesempatan menguji klaim tersebut. Di dalam penelitian itu, 100 monyet ditugaskan untuk melemparkan anak panah di halaman saham di surat kabar. Saham yang terkena anak panah dijadikan Monkey Portofolio. Sehingga diperoleh 100 portofolio yang berisi 30 saham. Mereka mengulangi proses ini setiap tahun, dari saham tahun 1964-2010, dan melacak hasilnya. Bagaimana hasilnya?

Hebatnya, rata-rata, 98 dari 100 portofolio monyet bisa mengalahkan rata-rata indeks. Dan secara rata-rata portofolio monyet tersebut mengungguli indeks dengan rata-rata 1,7 persen per tahun sejak tahun 1964!

Kalau Malkiel bilang monyet sama pinternya dengan manajer investasi profesional. Maka hasil penelitian tersebut membuktikan hal lainnya. Menurut penelitian, ternyata lebih pintar monyet daripada manajer investasi.

Bagaimana kinerja manajer investasi? Saya ada beberapa hasil penelitian yang mengungkapkan fakta tentang reksadana saham yang dikelola manajer investasi baik yang di luar negeri ataupun di dalam negeri.

  • Menurut Burton Malkiel, selama 30 tahun (sd 1996) hanya 1/3 dari reksadana yang dikelola manajer investasi profesional yang berhasil mengalahkan indeks S&P500
  • Menurut data Vanguard, selama 10 tahun sampai 2007, hanya 16% reksadana yang berhasil mengalahkan indeks S&P500
  • Di tahun 2012, di AS hanya 36% reksadana kelolaan manajer investasi yang mengalahkan S&P 500 (data Goldman).
  • Di tahun 2013, di AS hanya 42% reksadana kelolaan manajer investasi yang mengalahkan S&P500 (data Goldman)
  • Sedangkan di dalam negeri, pada 2012 reksadana saham secara rata-rata menghasilkan return 10.06% sedang IHSG sebesar 12.94%. Belum bisa mengalahkan pasar.
  • Pada tahun 2013, di dalam negeri kinerja reksa dana saham 2013 rata-rata -3,66%, IHSG -0,8%. Masih juga belum bisa mengalahkan pasar

Fakta membuktikan monyet lebih "pintar" dari manajer investasi. Hahaha mungkin Anda sekarang berpikir, apakah sekarang dana Anda sebaiknya dikelola monyet? Bagaimana sebaiknya kita menyikapi fakta ini?

 

Ada beberapa poin penting yang perlu diingat:

  • Melakukan investasi atau trading dengan aktif memilih saham sendiri itu sulit. Mengalahkan pasar itu sulit. Termasuk bagi para fund manager profesional.
  • Realistis lah jika ingin berinvestasi atau trading secara mandiri. Jika fund manager profesional yang memiliki modal lebih besar, skill lebih tinggi, team riset, dan peralatan canggih lainnya saja sulit mengalahkan pasar, apalagi investor atau trader individu. Yang konyol adalah, seseorang yang baru belajar sedikit analisis saham lalu langsung berharap untung ratusan persen dalam waktu singkat.
  • Jangan terlalu gampang percaya bila Anda menemui manajer investasi yang menjanjikan imbal hasil investasi yang muluk-muluk. Sebagian besar manajer investasi faktanya tidak bisa mengalahkan pasar. Bisa jadi ia sedang berbohong pada Anda.
  • Jangan mudah percaya juga pada trainer saham abal-abal yang banyak berkeliaran. Biasanya trainer saham palsu ini menjanjikan sukses, kaya, dan segala kata-kata indah lainnya bila bertransaksi saham. Ia akan mengatakan trading itu gampang, tinggal belajar di seminar dan langsung bisa. Saya jamin trainer seperti ini cuma mencari uang dari training saham.
  • Bila ingin dana Anda dikelola oleh manajer investasi profesional caranya adalah mencari fund manager yang tepat. Ada sebagian kecil manajer investasi yang bisa konsisten mengalahkan pasar dalam jangka waktu tertentu. Sebut saja contohnya, Peter Lynch dari Fidelity Magellan Fund secara konsisten mengalahkan pasar dalam 10 tahun berturut-turut. Bill Miller dari Legg Mason Capital Management berhasil mengalahkan pasar selama 15 tahun berturut-turut. Warren Buffet berhasil memberikan imbal hasil lebih dari 22% bagi investornya selama 35 tahun terakhir.
  • Tapi yang berhasil mengalahkan pasar secara konsisten dalam waktu lama itu sedikit jumlahnya. Belum tentu Anda menemukannya. Dari yang sedikit itu juga bukan jaminan ia tetap bisa mengalahkan pasar. Bila saat ini manajer investasi tersebut mengalahkan pasar, bukan jaminan tahun depan ia juga bisa mengalahkan pasar.

Saya menulis artikel ini bagi Anda yang ingin memasuki dunia investasi dan trading secara mandiri. Supaya Anda menyadari, kesempatan menjadi berhasil di bidang ini memang selalu ada, tetapi tidak mudah.Karena itu persiapkan diri Anda sebaik-baiknya.

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com