Hubungan Harga Saham, Keserakahan dan Ketakutan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kita sudah tahu bahwa emosi sangat mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan investasi saham. Jika tidak hati-hati, emosi juga bisa merugikan dalam berinvestasi saham. Emosi yang terjadi, seperti keserakahan dan ketakutan, bisa mendorong investor untuk melakukan hal yang tidak biasanya. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi pergerakan harga saham. Bagaimana sebenarnya hubungan antara harga saham, keserakahan dan ketakutan?

Investor tidak bertindak rasional sepenuhnya dalam berinvestasi. Bahkan emosi sangat dominan dalam menentukan perilaku investor:

  • Melihat harga saham naik tinggi, investor nekat membeli di harga tinggi karena serakah. Akibatnya harga terus naik.
  • Melihat harga turun, menjadi takut dan panik, kemudian menjual rugi saham yang dimiliki di harga lebih rendah. Akibatnya harga terus turun

Saat muncul keserakahan dan ketakutan, pasar bertindak berlebihan (Overreaction). Sehingga harga menjulang tinggi (akibat keserakahan) atau bisa juga sebaliknya harga tenggelam makin dalam (akibat ketakutan). Harga saham akan menyimpang dari harga wajarnya (Fair Value).

Hubungan Harga Saham, Keserakahan dan Ketakutan


Sebagai investor saham, terutama jangka panjang sebaiknya tidak ikut-ikutan bereaksi berlebihan. Selama kita mengetahui harga wajar saham, maka kita bisa tenang. Biasanya cepat atau lambat harga saham akan kembali lagi ke harga wajarnya. Bagaimana mencari tahu harga wajar saham? Biasanya investor menggunakan Analisis Fundamental untuk mengetahui harga wajar saham.

Semoga artikel ini bermanfaat

regards
DW
http://www.juruscuan.com