High Risk High Return

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Salah satu prinsip dasar dalam investasi saham adalah "High Risk High Return". Prinsip ini menggambarkan hubungan antara risiko dan imbal hasil dalam investasi saham. Berdasar prinsip ini, seseorang dapat mendapatkan imbal hasil yang tinggi, hanya bila mau menerima kondisi potensi kerugian yang juga tinggi. Prinsip "High Risk High Return" terdengar sederhana, tapi kebanyakan investor tidak menyadari atau mengabaikannya.

High Risk High Return

Banyak investor saham tergiur untuk membeli saham-saham yang diharapkan menghasilkan imbal hasil tinggi. Biasanya mereka membeli saham gorengan sambil berharap harganya akan naik mentok di harga ARA (Auto Rejection Atas) dalam sehari yaitu naik minimal 25%. Kalau bisa ARA nya berkali-kali.

Tetapi para investor saham itu lupa, bahwa saham yang berpotensi ARA juga bisa berpotensi ARB (Auto Rejection Bawah) yaitu harganya turun hingga mentok dalam sehari minimal 25%. Bahkan dalam beberapa kasus, suatu saham gorengan bisa berkali-kali mengalami ARB.

Investasi saham termasuk memiliki risiko tinggi dibandingkan investasi di instrumen lain, seperti obligasi, emas atau properti. Sudah tinggi, beli saham gorengan pula. Artinya risiko Anda berinvestasi saham makin lebih tinggi lagi.

Yang banyak terjadi, adalah investor saham membeli saham gorengan, lalu saat rugi besar mereka marah-marah, merasa ditipu, dan lain sebagainya. Lah, memang begitulah risikonya kalau membeli saham, apalagi yang termasuk kategori saham gorengan. High Risk High Return. Saham yang berpotensi naik tinggi, juga berpotensi turun dalam. Jangan beli saham cuma mengharap enaknya saja, tidak enaknya sebaiknya juga dipikirkan.

Sebelum membeli saham, Anda harus bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu, bagaimana kemampuan Anda menanggung risiko. Siapkah dengan risikonya?

High Risk High Return Penjelasan

 

Tidak membeli saham gorengan pun, seorang investor tetap bisa profit. Walaupun profit sedikit tapi konsisten juga akhirnya tetap menguntungkan

Semoga artikel ini bermanfaat

regards
DW
http://www.juruscuan.com