Anda Beli Saham Kelas Apa?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Banyak orang awam beranggapan bahwa semua saham bergerak bersamaan. Sebenarnya berbeda dengan anggapan tersebut, saham bergerak tidak secara bersamaan tapi dalam kelompok dan pola tertentu. Pergerakan saham ditentukan jenis saham yang dibeli, apakah saham yang Anda beli itu kelas VIP, Bisnis, Ekonomi, Festival atau Zombie. Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini selengkapnya.

Anda Beli Saham Kelas Apa?

Anggaplah Anda sebagai penumpang kereta IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), dan sedang membeli tiket saham tertentu. Tiket saham yang Anda beli bisa berupa kelas VIP, Bisnis, Ekonomi, Festival atau Zombie. Perbedaan masing-masing kelas adalah sebagai berikut:

SAHAM KELAS VIP
Saham kelas VIP dihuni oleh saham perusahaan yang stabil dan berfundamental baik, seperti saham blue chip. Secara umum saham blue chip rata-rata termasuk penghuni Indeks LQ45. Biasanya saham ini secara nominal harganya sudah tinggi. Biasanya harga di atas Rp 5.000. Biasanya kelompok saham ini bergerak duluan dibanding kelas lain. Pada saat IHSG rally, kelas VIP biasanya bergerak lebih dulu. Tapi saat krisis juga anjlok lebih dulu. Kelebihan membeli saham kelas VIP biasanya likuid dan risiko lebih kecil, kalau turun, tidak terlalu besar dibanding saham kelas lain.

 

SAHAM KELAS BISNIS
Saham kelas Bisnis, biasanya dihuni oleh saham yang sedang berkembang. Fundamentalnya cukup lumayan tapi belum stabil. Biasanya disebut saham second liner (lapis kedua). Sebagian besar saham kelas Bisnis juga termasuk saham dalam Indeks LQ45. Harga nominalnya biasanya di bawah saham kelas VIP (biasanya Rp 1000 - dibawah Rp 5000). Biasanya bergerak setelah saham kelas VIP saat pasar saham rally. Kelebihan membeli saham kelas Bisnis selain harganya relatif terjangkau, juga potensi return cukup lumayan, relatif likuid. Tapi tingkat risikonya juga lebih besar dari saham kelas VIP

 

SAHAM KELAS EKONOMI
Dibawah kelas Bisnis ada kelas Ekonomi. Kelompok saham ini dihuni oleh saham yang fundamentalnya belum terlalu solid. Biasanya disebut saham third liner (lapis ketiga). Harga nominalnya termasuk terjangkau (Rp 500 sampai di bawah Rp 1000), tapi tidak terlalu likuid. Tingkat risikonya juga tinggi, kalau turun bisa cukup dalam. Biasanya saat rally, baru bergerak setelah saham kelas Bisnis

 

SAHAM KELAS FESTIVAL
Ini adalah kelompok hura-hura. Isinya adalah saham tidak likuid, fundamentalnya dipertanyakan, fluktuasi tinggi, dan risikonya tinggi. Harga nominalnya biasanya berkisar di atas Rp 50 sampai dengan di bawah Rp 500. Biasanya dihuni saham gorengan. Saham kelompok ini biasanya bergerak terakhir saat semua kelas selesai pada saat pasar saham rally. Tapi saham dalam kelompok ini juga bisa bergerak seenak sendiri, kadang naik sendiri, kadang turun sendiri, karena itu saya sebut saham hura-hura. Saat pasar saham bearish, biasanya saham kelas Festival ini menjadi pengisi waktu trader saham. Tingkat return saham kelompok ini sangat tinggi, karena itu banyak dipilih oleh para spekulator. Namun risikonya juga sangat tinggi. Kalau anjlok bisa sadis.

 

SAHAM KELAS ZOMBIE
Kelompok saham ini adalah yang paling ancur. Biasanya dihuni oleh saham bermasalah, kena suspen atau saham tidur atau saham gocap (nominal Rp 50). Sangat tidak likuid, fundamental amburadul. Kalau membeli saham kelompok ini, harus siap sahamnya tidak bergerak bertahun-tahun. Tapi tingkat return bisa sangat tinggi, dengan catatan "kalau bergerak". Itu yang kita tidak tahu kapan.

 

TIPS MEMANFAATKAN PERGERAKAN KELOMPOK SAHAM INI:
Pergerakan tiap kelompok saham tidak bersamaan. Anda bisa mulai membeli saham kelompok VIP saat pasar saham mulai rally, dan kemudian berpindah ke kelompok Bisnis, Ekonomi, lalu terakhir Festival untuk memanfaatkan momen yang terjadi.

 

CATATAN
Pengelompokan ini bersifat subyektif, menurut versi saya. Pengelompokan ini tidak kaku, misalnya ada juga saham bernominal besar tapi pergerakannya seperti gorengan. Pada pasar saham selalu ada anomali. Artikel ini hanya menunjukkan gambaran umumnya.

Tujuan penulisan artikel ini bukan untuk mendorong Anda membeli salah satu kelompok saham, tapi untuk memberikan gambaran secara umum mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing kelompok saham.

Anda Beli Saham Apa - Penjelasan

Semoga menginspirasi

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com