IQ Tinggi Tidak Menjamin Sukses Berinvestasi Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Mungkin Anda berpikir hanya orang-orang pintar yang bisa sukses berinvestasi saham. Kita perlu perlu memahami tentang saham, membaca laporan keuangan perusahaan, dan melakukan analisis terhadap saham tersebut. Semua tentu membutuhkan otak yang encer. Bahkan banyak orang menganggap sukses bermain saham perlu IQ tinggi. Bagaimana kenyataannya? Mari simak cerita tentang seorang yang boleh dibilang genius, Sir Isaac Newton, di dalam berinvestasi saham.

Perbandingan Investasi Emas Dan Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Harga emas terus melambung, mencapai puncaknya hingga 1900USD/troi ons. Kenaikan yang sangat tinggi ini embuat banyak orang tertarik berinvestasi emas, karena berharap dapat meraup keuntungan tak sedikit. Investasi emas juga dibuat semakin semarak dengan munculnya cara investasi emas yang aneh-aneh, mulai dari gadai emas, berkebun emas, yang semuanya menjanjikan keuntungan tinggi. Sebenarnya apakah investasi emas memang menghasilkan keuntungan tinggi? Bagaimana keuntungan berinvestasi emas bila dibandingkan dengan berinvestasi di saham? Mana yang lebih menarik?

Menimbang Untung Rugi Jenis-Jenis Investasi

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Kita telah mengetahui berbagai jenis instrumen investasi. Mulai dari yang paling sederhana, yaitu deposito, obligasi, saham, bisnis, properti, logam mulia, barang koleksi, bursa berjangka, mata uang asing, dan reksadana. Namun ternyata tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi. Simak artikel berikut untuk mengetahui untung-rugi jenis-jenis investasi.

Tips Memilih Broker Saham Terbaik

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Untuk bisa melakukan transaksi saham sendiri di BEI (Bursa Efek Indonesia), Anda harus menjadi nasabah perusahaan pialang, sekuritas atau broker. Perusahaan ini akan menjadi perantara antara Anda dan BEI. Setelah membuka rekening di perusahaan pialang, Anda harus menyetor uang senilai jumlah tertentu. Setelah itu Anda baru bisa bertransaksi saham.