Tantangan Pasar Saham Di Semester Kedua 2014

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pemilu Presiden telah usai. Dengan demikian sentimen pilpres yang selama ini mendominasi pasar saham pada semester pertama 2014 juga telah usai. Kita telah memasuki paruh kedua 2014, bagaimana pergerakan pasar saham selanjutnya? Apa saja tantangan yang akan dihadapi pasar saham pada semester II 2014? Simak artikel ini untuk antisipasi strategi investasi saham pada pertengahan sampai akhir 2014

Tantangan Pasar Saham

TANTANGAN YANG DIHADAPI PASAR SAHAM DI SEMESTER KEDUA 2014

  1. Faktor geopolitik masih bisa menghantui pasar saham. Walaupun tidak terlalu dominan, tapi berpotensi menimbulkan riak-riak di fluktuasi harga saham. Mulai dari faktor Ukraina, Rusia dan Timur Tengah.
  2. Faktor ekonomi di beberapa negara, seperti Portugal dan Argentina. Kegagalan Argentina untuk membayar bunga obligasi bisa menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut pada investor. Argentina adalah negara pertama yang memicu default swap sejak Yunani merestrukturisasi utang pada 2012.
  3. Ekonomi AS membaik dan Fed berpotensi menaikkan suku bunga pada akhir 2014 atau awal 2015. GDP AS termasuk positif dengan angka 4%. Tingkat pengangguran 6,2%. Walau mungkin ekonomi agak melambat tapi kemungkinan masih positif dan Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga. Saat suku bunga naik, ada potensi pelemahan di bursa saham.
  4. Defisit APBN perlu diperbaiki. Presiden yang baru mau tidak mau akan menaikkan harga BBM. Tanda pemerintah sudah kewalahan dengan subsidi BBM adalah dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi di jalan tol dan Jakarta.
  5. Ada kemungkinan besar pemerintah akan menaikkan suku bunga. Setelah lebaran, kemungkinan angka inflasi meningkat. Kenaikan harga BBM dan kenaikan suku bunga Fed juga menjadi alasan untuk menaikkan suku bunga. Setidaknya 25 bps
  6. Dalam jangka pendek kenaikan harga BBM akan mendapat respon positif dari pasar. Tetapi kemudian kenaikan BBM bersubsidi akan menambah beban operasional perusahaan, menyebabkan kinerjanya menurun.
  7. Pemilihan mentri yang akan duduk di kabinet bisa menjadi tantangan berikutnya. Kalau kabinet yang dibentuk Presiden terpilih sesuai dengan ekspektasi pasar, bisa menjadi penahan penurunan IHSG. Tapi kalau sebaliknya, akan menjadi sentimen negatif.

Kesimpulan:
Saya tidak terlalu optimis pada pasar saham di semester kedua 2014. Perkiraan saya pasar saham cenderung biasa saja. Rally sudah terjadi di semester pertama, sekarang saatnya konsolidasi.

Walaupun terlihat kurang cerah, tapi tetap masih ada kesempatan bagi kita untuk mendapatkan profit di pasar saham. Selalu ada peluang, bahkan di saat pasar saham kurang bersahabat. Berminat dengan rekomendasi saham yang lebih spesifik? Bergabunglah dengan layanan rekomendasi saham

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com