Penentu Arah Pasar Saham: Perlambatan Ekonomi Dunia dan Politik Dalam Negeri

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sebelumnya saya pernah menulis bahwa saya tidak terlalu optimis pada pasar saham di semester kedua 2014. Akhirnya, seperti kita lihat bersama, memang pasar saham di paruh kedua 2014 ini tidak terlalu cerah. IHSG turun dari puncak tertingginya di 5262 menjadi di bawah level 5000 di bulan Oktober 2014. Sekarang ini ada beberapa hal yang mempengaruhi pergerakan pasar saham dalam waktu dekat ini. Perlambatan Ekonomi Dunia dan Politik Dalam Negeri.

Perlambatan Ekonomi Dunia

PERLAMBATAN EKONOMI DUNIA
Kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia telah mendorong investor untuk menjual saham, dan membuat Indeks S&P500 turun ke level terendah sejak Mei dan mendorong harga minyak menjadi bearish. S&P 500 sudah turun 5,6% dari titik tertingginya di 2019. IHSG juga sama-sama sudah turun 5,7% dari titik tertingginya 5262.

Bursa saham Eropa juga jatuh setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan ada tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kawasan euro yang melambat. Data menunjukkan penurunan empat persen dalam output industri Jerman pada bulan Agustus. Ini adalah penurunan bulanan terbesar dalam produksi industri sepanjang lima tahun terakhir. Lebih lanjur, laporan lain menunjukkan bahwa pesanan pabrik Jerman turun 5,7% pada Agustus.

Bank Dunia mengatakan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan melihat pertumbuhan ekonomi sedikit lebih lambat tahun ini. Dikatakan pertumbuhan akan berada di angka 6,9 persen tahun ini, turun dari 7,2 persen pada 2013. Bank Dunia juga mengatakan pertumbuhan China akan menurun sedikit ke 7,4 persen tahun ini dan 7,2 persen pada tahun 2015. IMF telah menurunkan perkiraan pertumbuhan global pada tahun 2015, menjadi 3,8%, sedikit turun dibandingkan dengan perkiraan Juli sebesar 4%.

Saat ini, perlambatan ekonomi dunia menjadi isu utama di bursa saham duni. Saya perkirakan bursa saham dunia masih cenderung tertekan menghadapi isu ini. Kita perhatikan saja bagaimana pasar saham merespon isu ini.

SITUASI POLITIK DALAM NEGERI
Situasi politik dalam negeri yang masih panas menjadi perhatian investor. Setelah selesai situasi di parlemen, investor akan mencermati bagaimana pelantikan Presiden baru tanggal 20 Oktober 2014 ini. Sebagian investor saham takut proses pelantikan tidak berjalan lancar, karena kabar ancaman penjegalan pelantikan tersebut. Tapi perkiraan saya, pelantikan akan berjalan lancar. Bisa jadi pelantikan yang lancar menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Kemudian kalau presiden yang baru bergerak cepat dalam pembentukan kabinet bisa menjadi katalis positif bagi pasar saham. Kalau kabinet yang dibentuk Presiden terpilih sesuai dengan ekspektasi pasar, bisa menjadi penahan penurunan IHSG. Tapi kalau sebaliknya, akan menjadi sentimen negatif.

 

BAGAIMANA ARAH PASAR SAHAM SELANJUTNYA?
Secara umum sentimen negatif seperti perlambatan ekonomi dunia masih lebih dominan di pasar saham untuk saat ini. Tetapi kita bisa manfaatkan kalau ada sentimen positif dari kondisi politik dalam negeri untuk trading jangka pendek.

Memang trading saat kondisi seperti ini kurang menarik, tapi tetap masih ada kesempatan bagi kita untuk mendapatkan profit di pasar saham. Selalu ada peluang, bahkan di saat pasar saham kurang bersahabat. Berminat dengan rekomendasi saham yang lebih spesifik? Bergabunglah dengan layanan rekomendasi saham

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com