Dampak Pelemahan Pasar Saham China Pada Indonesia

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Belum selesai krisis Yunani, sekarang ada lagi krisis China. Sejak pertengahan Juni, pasar saham China terus merosot. Hanya dalam 3 minggu, harga saham di Shanghai telah kehilangan sepertiga dari nilai mereka. Turun 30% dalam tiga minggu, artinya dalam seminggu turun 10%. Bahkan indeks ChiNext yang lebih spekulatif telah turun 42% dalam 3 minggu. Bursa saham dunia juga ikut rontok terpengaruh oleh pelemahan pasar saham China. Bagaimana sebenarnya dampak pelemahan pasar saham China pada Indonesia? Apa yang harus diketahui dan dilakukan oleh investor dan trader saham di Indonesia? Simak artikel ini untuk mengetahuinya

Dampak Pelemahan Pasar Saham China Pada Indonesia

 

Gambar di bawah ini menunjukkan pergerakan bursa saham China sepanjang Juli 2014 sampai dengan Juli 2015. Hanya dalam 3 minggu, sudah merosot 30% dari puncaknya di bulan Juni.

Pasar Saham China 2014-2015

 

PENYEBAB PELEMAHAN BURSA SAHAM CHINA
Untuk mengetahui penyebab pelemahan bursa saham China, kita perlu kembali pada tahun 2007. Pada tahun tersebut, China berkembang pesat karena pemerintah meluncurkan program infrastruktur baru besar-besaran menjelang Olimpiade 2008, yang memang sukses besar. Permintaaan bahan komoditas melonjak. Kemajuan China berlanjut, pasar properti meningkat. Namun, setelah mencapai puncaknya, ketika pasar properti jatuh, pihak berwenang China putus as. Akhirnya mendorong investor pemula untuk menyalurkan energi spekulatif mereka ke pasar saham.

Investor dan trader menumpuk di pasar saham China sepanjang tahun lalu, menyebabkan indeks Shanghai naik 150%. Masalahnya perilaku investor dan trader China cenderung spekulatif. Semua orang terjun ke pasar saham, kakek, nenek, sopir taksi, ibu rumah tangga dan mahasiswa nyemplung dalam hiruk-pikuk "chao gu" atau goreng-menggoreng saham. Chao gu adalah bahasa gaul Cina untuk trading. Akibatnya posisi investor China sangat leveraged, dan menghadapi margin call, akhirnya mulai sell off. Pasar saham mulai fluktuatif dengan rentang sangat lebar, kadang dibuka melompat sebanyak 3,%, 5% bahkan sampai 7%.

Dalam penurunan tajam tersebut, pemerintah China terdorong untuk mengambil tindakan tegas. Bank Rakyat China telah memangkas suku bunga ke rekor terendah, broker telah berkomitmen untuk membeli miliaran nilai saham, dan regulator bursa mengumumkan pembatalan saham IPO baru. Namun tindakan pemerintah tersebut tidak mampu mengurangi sell off. Itu adalah tanda yang jelas bahwa usaha pemerintah China telah gagal.

Menurut Morgan Stanley, Shanghai diperkirakan bisa jatuh sampai 3.250. Pada saat artikel ini ditulis indeks Shanghai berada di 3430.

 

 

DAMPAK PADA PASAR SAHAM DUNIA
Hanya sedikit investor dunia yang memiliki kontak langsung dengan pasar saham China, karena pemerintah China masih membatasi jumlah investasi di luar negeri. Yang paling banyak jadi korban adalah investor domestik China sendiri.

Jika dilihat dari pertumbuhan pasar sahamnya sendiri, sebenarnya koreksi di China ini masih "normal". Karena sejak 2014 naik terus, tanpa ada koreksi berarti.

Yang dikhawatirkan adalah dampak dari pelambatan ekonomi China. Ini yang bisa berdampak lebih besar daripada krisis Yunani. Kekhawatiran penurunan di Cina telah memicu turunnya harga komoditas seperti bijih besi dan tembaga. Dalam jangka panjang, ini juga bisa merugikan negara eksporti seperti Australia.

 

DAMPAK PADA PASAR SAHAM INDONESIA
Mau tidak mau Indonesia terkena dampak jangka pendek dari pelemahan bursa China, yaitu sentimen negatif. Yang lebih menekan sebenarnya adalah dampak pelemahan ekonomi pada ekspor Indonesia. Kita juga mengirim bahan baku ke sana, seperti batu bara, CPO, dan lain sebagainya. Sementara ekonomi kita melambat, kalau ditambah pelambatan ekonomi negara tujuan ekspor ya sama saja seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Karena itu efek China ini lebih besar daripada Yunani, bagi Indonesia

 

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN TRADER SAHAM
Yang perlu diperhatikan adalah dampak pelemahan ekonomi China akan mempengaruhi bursa komoditas. Permintaan menurun, sehingga harga cenderung melemah. Sebaiknya hindari dahulu saham komoditas

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com