Prospek Pasar Saham Setelah Lebaran 2015

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Beberapa bulan terakhir sampai libur panjang Lebaran 2015, IHSG masih cenderung terkoreksi. Sekarang bagaimana prospek pasar saham setelah libur Lebaran 2015? Apa saja sentimen positif dan negatif yang mungkin menghinggapi bursa saham? Simak jawabannya di sini

Ebola


Ada beberapa sentimen yang perlu dicermati setelah Lebaran 2015, yaitu:

Sentimen Negatif:

  1. Perlambatan Ekonomi. Kalau kita lihat memang menjelang Lebaran, situasi ekonomi kurang kondusif. Bahkan momen Lebaran yang biasanya bisa mendongkrak konsumsi masyarakat juga kurang nendang. Turunnya jumlah pemudik pada tahun ini juga mengindikasikan kurang cerahnya ekonomi. Dari moda angkutan, mulai dari angkutan darat (bis, kereta), laut semua menunjukkan penurunan jumlah pemudik. Hanya pemudik angkutan udara yang meningkat. Hal ini menunjukkan yang terkena dampak ekonomi masih golongan menengah ke bawah (sementara ini).
  2. Laporan kinerja keuangan emiten. Melihat kondisi ekonomi dan penjualan ritel yang kurang cerah pada momen lebaran, kemungkinan laporan keuangan emiten juga jeblok. Kemungkinan pelemahan kinerja ini juga berlanjut ke kuartal ketiga. Ini dapat memberikan sentimen negatif pada IHSG
  3. Gelombang PHK, jika ekonomi terus melambat, dibarengi dengan melambatnya ekonomi China, dan merosotnya harga komoditas kemungkinan juga memberi tekanan lebih besar pada ekonomi Indonesia. Perusahaan akan makin berat bebannya. PHK bisa mulai terjadi atau setidaknya pengurangan jam kerja. Ini juga sentimen negatif bagi pasar saham.
  4. Kenaikan suku bunga Fed. Sesuai berita terakhir, sepertinya Fed berketetapan hati untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Bila terjadi, kemungkinan di September - Desember. Jadi rencana kenaikan suku bunga Fed masih menghantui pasar saham global termasuk di Indonesia.

 

Sentimen Positif:

  1. Reshuffle Kabinet. Jika terjadi perombakan kabinet, terutama pada kementrian yang melempem bisa menjadi sentimen positif bagi pasar saham
  2. Kondisi eksternal. Krisis Yunani untuk sementara ini dianggap "selesai" oleh pelaku pasar, walaupun ekonomi menyatakan Yunani masih perlu lebih banyak uang lagi. Sementara kekacauan di pasar saham China juga "mereda". Hal ini menjadi calon sentimen positif bagi bursa saham. Khusus untuk China, kondisi pasar saham China ini memang diintervensi pemerintah. Menurut saya, kondisi China bisa mengancam lagi, tapi sementara ini mereda.

 

KESIMPULAN
Perkiraan saya IHSG ada potensi menguat setelah libur Lebaran, dipicu sentimen positif dari eksternal, yaitu kondisi bursa saham global yang kondusif. Tapi penguatan kemungkinan cuma sementara, pelaku pasar akan tetap waspada melihat kondisi ekonomi yang melambat. Sentimen reshuffle kabinet bisa menjadi sentimen positif IHSG tapi cuma jangka pendek. Selanjutnya investor tetap mencermati perkembangan ekonomi dan laporan kinerja emiten di kuartal kedua. Sayangnya perkiraan saya kondisi emiten juga kurang bagus. Jadi untuk prospek IHSG setelah libur lebaran menurut saya masih kurang kondusif.

SARAN
Saran saya tetap safe trading. Kondisi bursa saham masih kurang kondusif. Manfaatkan sentimen positif reshuffle kabinet untuk trading jangka pendek atau profit taking. Waspadai laporan kinerja emiten.

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com