Dampak Devaluasi Yuan Pada Pasar Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Beberapa waktu lalu pasar saham dikagetkan oleh langkah China yang melakukan devaluasi yuan. Walaupun belum sampai 3% tapi efeknya sangat terasa pada bursa saham. Bahkan IHSG sempat terkulai hingga mencapai level 4455. Bagaimana sebenarnya dampak devaluasi yuan terhadap perekonomian dunia? Apakah devaluasi yuan akan berlanjut? Dan bagaimana pula dampak devaluasi yuan bagi pasar saham, terutama Indonesia? Simak jawabannya di artikel ini

Dampak Devaluasi Yuan Pada Pasar Saham

Apa itu devaluasi?
Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Terkait dengan devaluasi yuan, devaluasi merujuk kepada kebijakan pemerintah China untuk menurunkan nilai mata uangnya. Sebelumnya, pemerintah China dan PBOC (Bank Sentral China) melakukan kontrol ketat terhadap pergerakan nilai tukar yuan. Istilahnya nilai tukar yuan dipatok pada harga tertentu (di-peg). Tujuannya supaya nilai tukar yuan lebih stabil. Mata uang yang stabil akan memudahkan suatu negara melakukan kebijakan ekonominya.

 

Seperti apa devaluasi yang dilakukan China?
Pada bulan Agustus 2015, China melakukan devaluasi mata uang yuan sebesar hampir 3% terhadap dollar Amerika Serikat. Walaupun cuma 3%, tapi penurunan tersebut merupakan penurunan harian terbesar sejak 1994. Langkah tersebut juga merupakan hal yang tidak diantisipasi oleh pasar sebelumnya. Devaluasi yuan tersebut memberikan memberikan sinyal kepada pasar bahwa kondisi ekonomi China yang kurang baik. Devaluasi yuan tersebut terjadi setelah China merilis data ekspor yang mengalami penurunan 8,3% (year on year) pada Juli 2015. Pelemahan mata uang yuang tersebud diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekspor China dan meningkatkan daya saing produk domestik.

 

Apa saja dampak devaluasi yuan?
Ada beberapa dampak yang ditimbulkan oleh devaluasi yuan. Maklum saja, China adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Sehingga, dampak devaluasi yuan ini bisa cukup luas:

  1. Negara-negara yang mengekpor produknya ke China akan dirugikan, misalnya negara di Afrika, Australia, Brazil termasuk Indonesia
  2. Negara yang mengimpor banyak produk dari China akan diuntungkan, karena bisa membeli produk dengan harga lebih murah. Tapi negara-negara ini juga terkena dampak pelemahan ekonomi dunia, sehingga efek positifnya minimal.
  3. Di tengah melambatnya ekonomi dunia, dikhawatirkan penurunan nilai tukar yuan tersebut dapat memicu terjadinya currency war (perang mata uang). Penurunan nilai tukar yuan bisa dibalas oleh mitra dagang China dengan menurunkan nilai mata uangnya juga.
  4. Devaluasi yuan menimbulkan dugaan pelemahan ekonomi China akan berlanjut. Sehingga berdampak pada penurunan harga komoditas termasuk harga minyak mentah
  5. Ada dampak lainnya. Devaluasi yuan juga menimbulkan spekulasi akan penundaan kenaikan suku bunga AS oleh The Fed. Namun potensi penundaan tersebut masih belum jelas

 

Apakah devaluasi yuan bisa berlanjut?
Bisa. Jika pelemahan ekonomi China berlanjut, kemungkinan devaluasi yuan akan dilanjutkan. Analis di Bank of America / Merrill Lynch mengatakan bahwa langkah China tersebut mungkin tahap awal dari kemungkinan devaluasi 10 persen yuan terhadap dolar AS

Apakah dampak devaluasi yuan terhadap pasar saham Indonesia?
Devaluasi yuan yang mencerminkan pelemahan ekonomi China akan memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham Indonesia. China adalah mitra dagang utama Indonesia. Jika China melemah, Indonesia juga terkena dampaknya. Mengingat ekonomi Indonesia yang saat ini juga melambat, devaluasi yuan ini bagaikan pukulan kedua bagi ekonomi Indonesia. Penurunan yuan membuat ekspor Indonesia ke China menjadi semakin kecil. Sehingga IHSG dalam beberapa waktu ke depan mungkin masih tiarap dulu

 

Saran untuk trader dan investor
Saran saya tetap safe trading. Kondisi bursa saham masih kurang kondusif. Sentimen negatif lebih banyak dari sentimen positif. Lakukan trading jangka pendek. tunggu konfirmasi pembalikan arah. Untuk saran lebih detil mana saham yang perlu dibeli atau dijual silakan mengikuti rekomendasi saham juruscuan.

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com