Kilas Balik Pasar Saham Di Tahun 2015

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sepanjang tahun 2015, pasar saham mengalami fase konsolidasi sejalan dengan perkembangan pasar saham dunia. Bagaimana kinerja IHSG sepanjang tahun 2015? Simak artikel ini untuk mengetahui kilas balik pasar saham di tahun 2015

Pergerakan Pasar Saham IHSG di tahun 2015

KINERJA IHSG DI 2015
Gambar di atas memperlihatkan pergerakan grafik IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sepanjang tahun 2015. IHSG sepanjang tahun 2015 terkoreksi sebesar 12,13% menjadi 4.593,01 dari akhir tahun lalu 5.226,95. Sepanjang tahun ini IHSG memang bergerak sangat fluktuatif. Sempat mencapai rekor tertinggi di level 5.518,68. Sempat pula terpuruk di level 4033,59.

Dengan demikian Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja terendah ke tiga di kawasan Asia. Koreksi terdalam pada bursa di kawasan Asia diduduki oleh Singapura, dimana Straight Times Index (STI) minus 14,59%. Selanjutnya penurunan terbesar kedua tercatat pada Thailand, dimana indeks SET terkoreksi minus 13,81%.

Memang bursa dunia cenderung melemah pada tahun ini. Tidak terkecuali Hongkong (minus 7,16%), Filipina (minus 3,85%), Malaysia (minus 3,48%), Australia (minus 1,68%). Tapi ada juga bursa saham lain yang mencatatkan kenaikan, misalnya China (naik 10,18%), Jepang (naik 9,06%), Korea (naik 2,35%)

 

PENYEBAB PELEMAHAN PASAR SAHAM
Penurunan IHSG di tahun ini mencerminkan perekonomian Indonesia yang juga melemah. Target pertumbuhan tahun ini dari 5,5% menjadi hanya 4,7%. Di tahun tersebut IHSG mendapatkan tekanan baik dari dalam negeri dan luar negeri. Tekanan dalam negeri misalnya dari tidak harmonisnya pemerintah dengan DPR, kurang mulusnya penyerapan anggaran, rendahnya penerimaan pajak, melemahnya rupiah, dan melambatnya ekonomi. Sementara itu, dari eksternal turunnya harganya komoditas, kenaikan suku bunga Fed, melambatnya ekonomi dunia terutama China, dan keluarnya dana asing ikut menekan pasar saham.

 

DANA INVESTOR ASING
Kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ikut memicu keluarnya dana asing dari bursa saham Indonesia. Nilai jual bersih dana investor asing di pasar domestik sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 22,55 triliun. Nilai kapitalisasi pasar turun 7,54 persen menjadi Rp 4.834 triliun.

 

DATA LAIN SEPANJANG TAHUN 2015
Walaupun pasar saham sepanjang 2015 turun, tapi jumlah investor saham justru mengalami peningkatan cukup tinggi yaitu sebanyak 69.359 investor atau meningkat 19 persen. Kalau benar, berarti banyak investor ritel yang nyangkut dong.

Selain itu, sepanjang tahun 2015 terdapat penambahan 15 emiten saham baru dan tiga emiten obligasi baru. Selain itu, aktivitas transaksi saham harian di BEI rata-rata juga turun 3,99% atau turun dari Rp 6,01 triliun per hari di tahun 2014 menjadi Rp 5,77 triliun per hari. Dalam kata lain, market cenderung lebih sepi di tahun 2015.

 

SAHAM PENCETAK GAIN TERBESAR DI TAHUN 2015
Berikut adalah daftar saham pencetak gain terbesar (Top Gainers) sepanjang tahun 2015, yaitu:
1. PT Sierad Produce Tbk (SIPD) yang mencatatkan kenaikan 1.503,77% menjadi Rp 850
2. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) mencatatkan kenaikan 336,21% menjadi Rp 2.120
3. PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) naik 235,65% menjadi Rp 386
4. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) naik 226,82% menjadi Rp 3.595
5. PT Grand Kartech Tbk (KRAH) naik 170,37% menjadi Rp 2.190
6. PT Batavia Prosperindo International Tbk (BPII) naik 157,69% menjadi Rp 3.350
7. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) naik 155% menjadi Rp 510
8. PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) naik 153,70% menjadi Rp 1.370
9. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) naik 138,65% menjadi Rp 389
10. PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) naik 126,92% menjadi Rp 885

 

SAHAM PENCETAK RUGI TERBESAR DI TAHUN 2015
Berikut 10 jawara saham pencetak rugi terbesar (Top losers) sepanjang 2015:
1. PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) yang mencatatkan penurunan 98,67% menjadi Rp 5.200
2. PT Merck Tbk (MERK) mencatatkan penurunan 95,77% menjadi Rp 6.775
3. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) turun 95,20% menjadi Rp 136
4. PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) turun 91,09% menjadi Rp 575
5. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) turun 91,03% menjadi Rp 105
6. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) turun 90,42% menjadi Rp 171
7. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) turun 88,80% menjadi Rp 140
8. PT Lion Metal Works Tbk (LION) turun 88,71% menjadi Rp 1.050
9. PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk (MIKA) turun 85,88% menjadi Rp 2.400
10. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turun 84,42% menjadi Rp 600

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com