Prospek Pasar Saham Di Tahun 2016

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Di tahun 2015, kinerja pasar saham cukup mengecewakan, dengan turun sekitar 12,13%. Selanjutnya kita mulai memasuki tahun 2016. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana prospek pasar saham di tahun 2016. Akankah IHSG bisa kembali di level 5000? Tulisan ini akan membahas peluang dan tantangan yang akan dihadapi IHSG di tahun 2016

Prospek Pasar Saham Di Tahun 2016

Sebelum kita membahas tentang prospek pasar saham, mari kita lihat dulu beberapa kondisi yang bisa memberikan sentimen positif pada pergerakan pasar saham di tahun 2016:

  1. Belanja pemerintah. Kalau di tahun 2015 anggaran pemerintah agak tersendat karena besarnya subsidi BBM, dan penyerapan anggaran yang rendah, maka di tahun 2016 mestinya kondisinya lebih baik. Penghapusan subsidi BBM akan membuat anggaran lebih fleksibel, dan realisasi belanja pemerintah lebih lancar.
  2. Penurunan harga BBM. Seiring dengan masih melemahnya harga komoditas termasuk minyak mentah, ada potensi penurunan harga BBM di tahun 2016. Setiap penurunan harga BBM Rp 100, daya beli naik sekitar Rp 4 triliun. Daya beli masyarakat naik akan membuat ekonomi lebih bergerak.

Sementara itu beberapa kondisi yang bisa memberikan sentimen negatif pada pasar saham adalah:

  1. Kondisi ekonomi global. Ekonomi China yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia masih melambat. Ekonomi AS juga diperkirakan cuma naik seuprit. GDP diproyeksikan naik cuma 2,2% di 2016 dan 2017. Tahun pemilu presiden di AS juga kemungkinan memberikan fluktuasi pada pasar saham di sana.
  2. Belum bangkitnya harga komoditas. Harga komoditas yang masih melempem masih menekan ekspor Indonesia
  3. Kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan kelanjutannya. Fed sudah menaikkan suku bunga di akhir 2015, kemungkinan proses kenaikan selanjutnya masih terbuka walau tidak agresif..

Dari yang saya pantau, kebanyakan analis dalam negeri cukup optimis melihat kondisi pasar saham di tahun 2016. Bahkan ada yang memperkirakan IHSG mampu tumbuh 18% atau mencapai 5500 di tahun 2016.

Saya pribadi, tidak terlalu optimis pada pasar saham di tahun 2016. Dengan melihat berbagai sentimen positif dan negatif di atas, menurut saya IHSG kemungkinan masih melanjutkan fase konsolidasi atau sideways di tahun 2016. Fluktuasi di pasar saham juga masih tinggi. Jadi harus siap dengan pergerakan naik turun yang kurang lebih sama seperti di tahun 2015. Tidak perlu terlalu takut, justru kondisi market seperti ini lebih cocok untuk trading. Yang penting, apapun yang terjadi, saya ingatkan untuk selalu disiplin dalam trading. Kalau hal tersebut dilakukan, mestinya hasil trading yang dilakukan akan cukup baik. Tetap semangat ya di tahun 2016.

Butuh bimbingan untuk trading saham di tahun 2016?

Gunakan layanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com yang dikirimkan langsung ke email Anda. Anda akan mendapatkan sinyal beli dan jual saham, lengkap dengan level cut loss dan target harganya.

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com