Penyebab Pasar Saham Jatuh Di Tahun 2016

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Dua minggu pertama tahun 2016 bukanlah tahun yang menyenangkan bagi investor saham. Bila diperhatikan, bursa saham dunia berjatuhan, mulai dari bursa saham AS, Eropa, dan Asia. Sebenarnya apa penyebab kejatuhan pasar saham dunia? Simak artikel ini untuk mengetahuinya

Penyebab Pasar Saham Jatuh Di Tahun 2016

Sepanjang dua minggu pertama 2016, pasar saham dunia berjatuhan. Dow Jones turun 537 poin pada hari Jumat sebelum mengakhiri hari dengan turun 390 poin. Sejak awal perdagangan saham tahun 2016, Dow sudah kehilangan lebih dari 1.400 poin atau 8%. Sementara itu, S&P500 juga turun hampir 8% sepanjang tahun ini. Indeks saham Eropa dan China juga telah memasuki pasar bearish, dengan penurunan lebih dari 20% dari level tertingginya.

Banyak investor yang terkaget-kaget melihat penurunan di awal tahun 2016 yang sangat cepat. Bahkan boleh dibilang, tercatat sebagai 2 minggu pertama yang paling buruk dalam sejarah pasar saham. Penyebab kejatuhan pasar saham sebenarnya bersumber dari kejadian beberapa tahun sebelumnya dan dapat dilihat dari berbagai segi:

1. SELESAINYA QE (QUANTITATIVE EASING)
Kegilaan pasar dimulai dengan berakhirnya QE (Quantitative Easing) yang dilakukan Fed. QE adalah program yang dilakukan Fed untuk menstimulasi ekonomi. Di masa QE, pasar saham dimanjakan dengan suku bunga sangat rendah. Kucuran dana menyebabkan naiknya harga aset berisiko termasuk saham dan komoditas. Setelah QE berakhir, suku bunga mulai dinaikkan. Permasalahannya ekonomi AS diperkirakan belum cukup kuat, apalagi tanpa dukungan Eropa, Jepang, Asia, terutama China yang juga melempem. Analoginya seperti orang sakit yang baru saja dicabut infus dopingnya, masih belum stabil

 

2. JATUHNYA HARGA MINYAK DAN KOMODITAS LAINNYA
Harga minyak mentah turun hingga level 29,70 USD per barel, juga menyeret turunnya harga komoditas lain. Harga minyak melambung sekitar $ 100 per barel dari 2010 sampai 2014, seiring peningkatan konsumsi minyak di negara-negara seperti China, bersamaan dengan adanya konflik di negara-negara penghasil minyak utama di Timur Tengah. Harga minyak mulai turun karena alasan klasik ekonomi. Peningkatan pasokan dan permintaan menurun.

Harga minyak yang tinggi mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk memulai pengeboran minyak di formasi shale menggunakan metode baru seperti fracking hidrolik dan pengeboran horisontal. OPEC tidak berusaha mengurangi produksi. Arab Saudi juga mempertahankan produksi minyak di akhir 2014. Sementara itu, pasokan minyak dari Iran bisa datang setiap saat. Sanksi nuklir Iran dihapus, memungkinkan negara tersebut untuk ekspor minyaknya untuk pertama kalinya sejak 2012. Semuanya akan menambah pasokan minyak dunia

Sebaliknya permintaan minyak dunia menurun seiring perlambatan ekonomi China. Hingga 2010, China telah memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata lebih dari 10% per tahun selama lebih dari 30 tahun. Tapi diperkirakan di tahun 2015, tingkat pertumbuhan tersebut menurun hingga ke level 7%.

Penurunan harga minyak dalam jangka pendek sebenarnya berdampak positif pada ekonomi. Tapi jatuhnya harga minyak yang berkepanjangan juga menyeret penurunan harga komoditas lain. Hal ini menyebabkan rendahnya investasi di berbagai sektor, terutama energi dan merembet ke sektor lain misalnya pertanian, industri dasar dan sebagainya. Lha harga jual murah, kenapa harus bikin bisnis.

 

3. MELAMBATNYA EKONOMI DUNIA, TERUTAMA CHINA
Ekonomi China yang melambat berpengaruh besar pada kondisi pasar saham dunia. Cina telah menjadi sumber penting dari pertumbuhan global dengan daya beli yang signifikan. China menjadi pasar bagi produk negara lain termasuk AS, Eropa, Asia. Melambatnya ekonomi China artinya sama saja dengan penurunan permintaan produk. Penurunan ekonomi China juga mendorong devaluasi Yuan, yang akan berdampak pada ekonomi negara lain. Kondisi ekonomi dan pemerintahan China yang lebih tertutup juga menjadi ganjalan bagi investor saham untuk memahami kondisi China yang sebenarnya. Karena itulah pasar bereaksi sangat volatil terhadap kondisi ekonomi dan bursa saham China

 

Boleh dibilang penyebab penurunan pasar saham dunia terletak pada tiga hal ini: Selesainya QE, turunnya harga minyak dan komoditas lainnya, serta melambatnya ekonomi dunia. Maklum saja kalau pasar saham di tahun 2016 ini cenderung fluktuatif. Semoga artikel ini menambah wawasan kita terhadap kondisi pasar saham dunia terkini

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com