Masa Paceklik Pasar Saham Di Bulan Juni-Juli 2016

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tidak sepanjang waktu pasar saham bergerak naik terus, ada masa-masa dimana pasar saham sulit naik karena berbagai kondisi eksternal. Untuk bulan Juni-Juli 2016 ini saya memperkirakan merupakan masa paceklik bagi pasar saham. Likuiditas cenderung menurun dan kemungkinan merupakan masa yang sulit bagi trader untuk meraup profit di pasar saham. Mengapa? Apa yang harus dilakukan oleh trader saham? Simak jawabannya di sini


Mungkin Anda sudah membaca artikel yang saya tulis sebelumnya, yaitu Prospek Pasar Saham Di Tahun 2016. Di artikel tersebut saya menulis bahwa pasar saham di tahun 2016 cenderung kurang kondusif di tahun 2016 dan fluktuatif. Hal ini memang terlihat buktinya sejak Januari. Nah, di bulan Juni-Juli 2016 ini kemungkinan termasuk bulan yang tidak terlalu kondusif untuk trading.

Ada kemungkinan likuiditas cenderung menurun di pasar saham sepanjang bulan Juni - Juli 2016, khususnya di pasar saham Indonesia. Likuiditas menurun artinya berkurangnya transaksi di pasar saham, investor cenderung menahan diri untuk bertransaksi. Sehingga mengakibatkan pasar saham cenderung jalan di tempat. Kalaupun naik cenderung terbatas. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, misalnya:

  1. Bulan Puasa dan Lebaran. Mulai awal Juni, kita akan memasuki bulan Puasa dilanjutkan dengan libur Lebaran. Biasanya transaksi saham cenderung menurun pada bulan Puasa dan Lebaran.
  2. Euro France 2016. Perhelatan akbar sepak bola Eropa kemungkinan lebih menarik ketimbang trading, terutama bagi investor ritel Indonesia. Maklumlah masyarakat Indonesia kan pecandu bola sejati.
  3. Kondisi ekonomi dunia yang melambat. Hal ini sudah dibuktikan dengan anjloknya data tenaga kerja di AS. Kondisi di China juga masih kurang begitu bagus. Boleh dibilang kondisi ekonomi dunia ini kurang menggembirakan bagi investor saham.
  4. Potensi kenaikan suku bunga. Walaupun data tenaga kerja AS anjlok, tapi belum memupus sepenuhnya potensi kenaikan suku bunga di bulan Juni atau Juli.
  5. Brexit Vote. Pada sekitar akhir Juni, Inggris akan melakukan voting untuk menentukan apakah tetap di zona Euro atau keluar. Keputusan ini akan berdampak besar bagi pasar saham, kemungkinan mendekati tanggal voting, investor saham cenderung wait and see.

 

Jadi bulan Juni dan Juli ini kemungkinan termasuk masa yang sulit bagi trader untuk mendapatkan profit di pasar saham. Saran untuk trader: lebih berhati-hati, dan jangan terbawa nafsu serakah. Kalau di analogikan laut sedang kurang bersahabat, jadi perlu kesabaran lebih untuk mengarunginya.

Semoga artikel ini bermanfaat

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com

Disclaimer
Segala risiko dan kerugian yang timbul akibat penggunaaan informasi di email ini merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing trader dan investor