Apakah Krisis Eropa Sudah Berakhir?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

The Other Side Of Euro DealHari Kamis 27 Oktober 2011, Uni Eropa berhasil membuat keputusan untuk mengatasi krisis Eropa. KTT Eropa menghapus 50% hutang Yunani. Sedangkan 50% lagi hutangnya ditanggung oleh perbankan Eropa. Tujuannya untuk membawa utang Yunani turun ke 120 persen pada tahun 2020. Hasilnya Dow Jones bergerak tajam +339 poin menyambut eforia ini. Pertanyaannya: Apakah krisis-Eropa benar-benar sudah selesai?

Jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin tidak diharapkan oleh banyak investor, tetapi kenyataannya krisis Eropa masih jauh dari selesai.Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat investor perlu mengetahui lebih lanjut tentang dampak keputusan tersebut:

1. Keputusan KTT Eropa tersebut baru menjelaskan gambaran besarnya, banyak detail yang masih harus dikerjakan sebelum zona Eropa dapat menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi krisis..

2. Walaupun 50% utangnya dihapus, Yunani masih akan memiliki sejumlah besar utang, prospek pertumbuhan yang lemah dan sejak awal kita ketahui kalau kesediaannya untuk melaksanakan reformasi finansial sangat kurang. Yunani masih bisa tenggelam dalam utang lagi.

3. Berbeda dengan rencana penyelamatan bank di Amerika Serikat dan Inggris, pemerintah Eropa tidak menyuntikkan dana langsung ke lembaga keuangan. Sebaliknya mereka meminta bank menanggung utang tersebut. Caranya dengan meningkatkan tingkat modal mereka. Dengan kondisi menanggung bailout, mereka harus mengumpulkan uang dari investor. Mereka akan kekeringan likuiditas. Tetapi investor mana yang mau duitnya masuk ke mereka. Jika gagal mendapatkan dana, dampaknya adalah penurunan rating.

4. Jelas perbankan tersebut butuh dana. Beberapa ekonom mengatakan bahwa bank-bank Eropa butuh lebih dari 106 miliar euro untuk menjadi sehat. Beberapa memperkirakan 3 kali lebih besar. Mereka akan menarik dananya yang ada. Efeknya ke Indonesia? Mungkin dalam bentuk capital outflow yang terjadi pada Agustus 2011. Cuma kali ini mungkin akan lebih parah. . Dulu perbankan hanya bersedia menanggung 21% utang Yunani, tetapi IHSG dari 4000-an jeblok jadi 3200-an. Sekarang mereka harus menanggung 50%. Bayangkan kalau terjadi outflow lagi.

5. Lucunya waktu Juli 2011 mereka ngotot tidak menerima 21%, tapi sekarang 50% diterima dengan senang hati. Apakah ada udang dibalik bakwan? Lebih lucu lagi, pasar saham menganggap berita perbankan mau menerima 50% adalah berita baik. Bayangkan kalau Anda loss 50% di saham, apakah itu berita baik? Bagaimana cara mengganti loss tersebut? Mules-mules iya.

Singkat cerita, krisis Eropa kemungkinan masih belum selesai. Gelembung krisis mungkin terus menjadi lebih besar. Ini baru berbicara dengan Yunani, belum lagi kalau Italia, negara berikutnya yang utangnya juga besar ikutan mondok jadi pasien, efeknya akan lebih gawat.

Artikel ini bukan untuk menakuti, cuma Anda nanti harus siap kalau muncul lagi berita tidak mengenakkan tentang Eropa. Sementara ini keputusan KTT Eropa mungkin bisa membuat pasar saham rally. Tetapi apakah rally ini akan berlanjut? Kita lihat saja

regards
DW
http://www.juruscuan.com