We Bought A Zoo

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hidup ini selalu penuh dengan pilihan. Kadang pilihan itu berat untuk dilakukan karena pilihan tersebut akan menentukan seluruh hidup kita selanjutnya. Anda mungkin pernah mengalaminya, misalnya menentukan pasangan hidup atau menentukan pekerjaan. Saya pernah mengalaminya juga saat memilih full time trading sebagai pekerjaan.

We Bought A Zoo

Beberapa waktu lalu saya menonton film We Bought A Zoo (2011), besutan sutradara Cameron Crowe. Sutradara ini juga yang membuat film Jerry Maguire. Pemainnya Matt Damon, Scarlett Johannson, dan ada juga Elle Fanning, adiknya Dakota Fanning. Walau masih remaja, tapi kelihatan udah cute pisan.

Menurut saya ini adalah film keluarga yang keren, touchy, sedikit ada unsur komedinya. Recommended to watch for your family. Film ini terinspirasi dari kisah nyata. Ceritanya tentang Benjamin Mee, seorang duda dua anak yang baru saja kehilangan istrinya 6 bulan lalu. Tidak tahan dengan kenangan pada mendiang istrinya, ia lalu mencoba memulai hidup baru dengan membeli rumah di lingkungan berbeda.

Ia tertarik membeli sebuah rumah, dan ternyata rumah itu harus dibeli beserta kebun binatang di sebelahnya. Bayangkan membeli rumah + kebun binatang sebagai satu paket. Ia tentu harus merawat kebun binatang tersebut, membawahi banyak karyawan kebun binatang. Padahal ia tidak memiliki pengalaman sama sekali tentang binatang. Totally new experience. Akhirnya rumah dan kebun binatang itu dibeli juga. Cerita selanjutnya tonton sendiri. Lebih seru nonton sendiri kan.

Yang menarik ketika Benjamin Mee ditanya kenapa ia mau membeli kebun binatang tersebut. Setelah hening, ia menjawab, "Why not?"

Saya teringat ketika pertama kali memutuskan untuk menjadi full time sebagai trader. Itu adalah dunia yang sama sekali berbeda. Saya akan menjadi self employed, bekerja sendiri. Sadar bahwa trader mungkin adalah pilihan pekerjaan cenderung "lonely" apalagi saya memilih tinggal di kota kecil. Setelah lama berpikir panjang, akhirnya saya memutuskan,"Kenapa tidak?"

Saya melihat dunia trading begitu menarik, penuh tantangan, dan yang penting saya suka. Saya sadar belum tentu berhasil. Walaupun saat itu trading saya sudah lumayan, tetapi dalam jangka panjang belum tentu. Barangkali saja ada krisis menerpa seperti The Next Great Depression dan mungkin saja trading saya gagal. Belum lagi masalah budaya, karena pekerjaan ini bukan pekerjaan yang gampang dipahami keluarga. Tetapi saya tetap maju.

Semuanya cuma berawal dari keberanian untuk membuat keputusan. Bukan karena saya sudah sangat mahir dalam trading, karena saat itu dan sampai sekarang pun saya juga masih belajar.

Seperti yang dikatakan Benjamin Mee di dalam film We Bought A Zoo.

You know, sometimes all you need is twenty seconds of insane courage. Just literally twenty seconds of just embarrassing bravery. And I promise you, something great will come of it.

Benjamin Mee, We Bought A Zoo

Keputusan menjadi full time trader mungkin tidak cocok bagi semua orang. You may say I'm a fool, but here I am in my journey as a full time trader.

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com