Semangkuk Bubur Kedisiplinan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sudah tiga bulan terakhir ini saya memulai pagi dengan sarapan semangkuk bubur oat. Kenapa? Alasannya klise, ingin hidup lebih sehat. Sebagai trader full time, saya memiliki gaya hidup yang kurang sehat. Salah satunya dalam hal makanan. Asupan makanan yang saya konsumsi boleh dibilang kurang sayur dan serat. Karena itu saya mencoba sarapan dengan oat setiap hari. Lalu apa hubungannya semangkuk bubur oat dengan kedisiplinan di pasar saham? Simak di sini.

Semangkuk Bubur Kedisiplinan

 

Berinvestasi atau trading di pasar saham perlu disiplin. Investor perlu disiplin membaca laporan keuangan perusahaan dan menganalisisnya. Selain itu investor jangka panjang harus tetap disiplin, tetap tegar menghadapi fluktuasi harga saham. Sedangkan trader harus disiplin melakukan aturan sistem trading tanpa kecuali. Termasuk disiplin cut loss. Tidak mudah melakukan disiplin secara kontinu dalam waktu lama.

Saat mencoba sarapan dengan bubur oat ini, saya kembali belajar tentang kedisiplinan. Pembelajaran yang sama seperti yang saya alami di pasar saham. Mari belajar tentang kedisiplinan dari semangkuk bubur oat:

1. Disiplin selalu berkaitan dengan hal yang tidak enak untuk dilakukan. Pertama kali mencoba makan bubur oatmeal, saya merasa enek sampai hampir muntah. Suwerrrr, aseli nggak enak. Biarpun sudah dicoba diberikan garam, gula, atau kaldu. Tetap saja nggak enak. Tampilan buburnya juga menjijikan. Tapi saya tahu oat ini baik untuk kesehatan saya. Maka saya harus tetap memakannya. Self-discipline is doing the right thing; even when you do not feel like doing it. Kalau enak, nggak dipaksa pun kita dengan senang hati untuk melakukannya. Disiplin pada aturan trading itu juga tidak enak. Disiplin cut loss itu menyedihkan, tetapi harus tetap dilakukan karena itulah yang membuat modal Anda tidak habis.

2. Disiplin perlu komitmen. Sebenarnya saya malas memakan bubur oat. Tapi saya berkomitmen untuk memakannya setiap hari. Untuk melakukan disiplin perlu komitmen kuat pada awalnya. Kalau tidak, Anda tidak akan mau melakukannya. Disiplin di dalam investasi juga perlu komitmen. Saat Anda disiplin menjalankan aturan trading atau investasi, pada awalnya Anda tidak akan tahu bagaimana efeknya. Tapi karena komitmen, Anda harus "memaksa diri" melakukannya.

3. Perlu waktu untuk merasakan hasilnya. Awal memakan bubur oat, sama sekali tidak ada perbedaannya bagi saya. Baru beberapa waktu kemudian terasa. Yaitu semakin lancar BAB (sori ya). Wuih, seperti jalan tol. Suwerrr. Ini efek jangka pendeknya, semoga jangka panjangnya juga bermanfaat untuk kesehatan. Di dalam trading juga demikian, perlu waktu untuk merasakan dampak disiplin menjalankan aturan trading. Mungkin perlu waktu berbulan-bulan baru terasa dampaknya. Misalnya paling tidak modal Anda tidak cepat habis karena disiplin cut loss. Setelah tahu hasilnya, biasanya kita akan semakin percaya pada berdisiplin ria.

4. Disiplin bisa kendor. Saya sempat berhenti sarapan bubur oat selama beberapa hari karena bepergian. Setelah kembali ke rumah, ternyata saya semakin lupa sarapan bubur oat. Perlu waktu dan usaha lagi untuk memulai sarapan dengan bubur oat lagi. Disiplin itu seperti otot. Jika lupa dilatih maka akan kendor. Untuk mengencangkannya lagi, kita mulai dari awal lagi. Di dalam trading pun demikian, jika bolong disiplinnya akan keteteran lagi. Disiplin dalam sistem trading adalah pengulangan, pengulangan dan pengulangan.

5. Disiplin akan menjadi kebiasaan. Setelah cukup lama melakukannya, sekarang saya hampir tidak pernah lupa untuk sarapan bubur oat. Setiap pagi, tangan saya otomatis mengambil mangkuk, mengisinya dengan beberapa sendok oat, menyiapkan air panas dan menyeduhnya. Kemudian makan. DAN TETAP TIDAK ENAK. Hahaha. Begitulah, semangkuk bubur oat sudah menjadi kebiasaan saya di pagi hari. Disiplin di dalam melakukan sistem trading bila dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

Semoga semangkuk bubur kedisiplinan ini bisa menginspirasi Anda dalam berinvestasi atau trading lebih baik lagi.

Discipline is the bridge between goals and accomplishment.
Jim Rohn

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com