Alergi Pada Kegagalan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Saya banyak sekali menemui orang yang begitu bersemangat ingin belajar investasi saham. Bahkan ada yang sampai ikut seminar, membeli buku, dan setiap hari bertanya berbagai hal tentang investasi. Namun setelah mencoba berinvestasi, ia tiba-tiba menghilang. Selidik punya selidik ternyata ia berhenti berinvestasi. Katanya ia rugi dan tidak mau investasi lagi. Ia merasa gagal dan trauma. Banyak orang menganggap kegagalan adalah tanda tidak bisa menjadi sukses. Karena itu banyak orang alergi pada kegagalan. Tapi sebenarnya kita bisa memandang kegagalan dalam perspektif yang lain. Kita bisa menggunakan kegagalan tersebut untuk mencapai kesuksesan. Bagaimana caranya? Simak tulisan selengkapnya.

Secara alamiah, manusia memang tidak menyukai kegagalan. Kalau Anda membaca buku Psikologi Trading yang saya tulis, Anda akan mengetahui bahwa kegagalan adalah penderitaan yang sebisa mungkin dihindari. Selain itu, sejak lahir kita juga berada di dunia yang menghargai kesuksesan dan menistakan kegagalan. Kebanyakan orang takut gagal, karena kita semua dikondisikan untuk tidak membuat kesalahan. Di rumah, sekolah, sampai tempat kerja, Anda diharapkan untuk menjadi sempurna. Akibatnya hanya sedikit yang berani untuk bergerak di luar zona kenyamanan mereka, karena takut gagal. Itulah sebabnya banyak orang menderita alergi akut, yaitu alergi pada kegagalan.

Umumnya orang memiliki pandangan bahwa kegagalan adalah ketidaksuksesan. Jika memiliki pandangan seperti ini, pada akhirnya Anda yang akan dirugikan. Karena untuk mencapai suatu kesuksesan, justru kita perlu banyak mengalami kegagalan.

Waktu kecil saat berlatih naik sepeda, anak yang sering jatuh justru adalah anak yang paling cepat mahir naik sepeda. Karena waktu jatuh, ia mau keluar dari zona nyaman dan mencoba lagi. Kejatuhan itu menjadi pelajaran baginya, untuk berusaha bagaimana caranya tidak jatuh lagi. Tapi anak yang jatuh sekali, kemudian berhenti mencoba naik sepeda lagi, seumur hidupnya tidak akan pernah bisa naik sepeda.

Sikap positif mengakui bahwa kegagalan sebagai pengalaman belajar, adalah hal yang akan membantu Anda menuju kesuksesan. Kegagalan adalah hadiah yang menawarkan kesempatan untuk tumbuh. Jika Anda menerima kegagalan dengan sikap positif, Anda akan mencapai keberhasilan dengan lebih cepat.

Saya pertama kali mengenal investasi saham pada tahun 1997. Walaupun dengan modal seadanya, saya berkesempatan untuk berinvestasi saham. Awal-awal berinvestasi, profit dengan mudah menghampiri seiring kenaikan bursa saham akibat kenaikan harga komoditas waktu itu. Namun, tahun berikutnya bursa saham terkena dampak krisis Asia. Alhasil banyak saham yang rontok menjadi cuma seharga Rp 25 rupiah. Saya merasakan rugi besar untuk pertama kalinya.

Jika mengingat kembali, justru sekarang saya bersyukur bisa mengalami kondisi dimana terjadi krisis keuangan yang sangat berat. Situasi saat itu memang mengerikan, tapi juga memberi pelajaran paling berharga bagi saya di pasar saham. Untungnya saya juga tidak patah arang, dan kembali belajar berinvestasi untuk mencoba lagi di lain waktu. Coba kalau saya kapok dan berhenti berinvestasi sama sekali, saya tidak akan menjadi seperti sekarang. Anda juga tidak akan menemui buku-buku investasi dengan nama saya sebagai penulisnya.

Failure is not the opposite of success. It's part of success - Motivasi

Janganlah takut untuk gagal, tapi pahami bahwa sukses adalah mustahil tanpa kegagalan. Banyak tokoh yang sekarang sukses, dulu juga pernah gagal. Jangan takut untuk membuat satu atau dua kesalahan ... barangkali itu adalah kesempatan yang diberikan bagi Anda untuk menjadi lebih baik lagi.

Semoga artikel ini menginspirasi
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com