TERBUKTI!!!
Telah banyak Member JurusCUAN.com yang mendapatkan PROFIT
Dari rekomendasi saham kami

INFO DI SINI

You are here: HomeRiset SahamAda Apa Dengan Saham SRIL?
FacebookTwitterGoogle Bookmarks

Ada Apa Dengan Saham SRIL?

User Rating:  / 10
PoorBest 

Pada awal tahun 2016, saham PT Sri Rejeki IsmanTbk (SRIL) menjadi perbincangan investor saham karena mengalami penurunan tajam. Sampai 22 Januari 2016, IHSG turun 2,9% dari posisinya sejak awal tahun. Sedangkan SRIL ambrol sampai 31,6% dari posisi 2015 yaitu Rp 389 menjadi Rp 266. Padahal di tahun 2015, IHSG terkoreksi 12,1% dan menjadi indeks paling terpuruk kelima di kawasan regional Asia Pasifik. Tapi saham SRIL menjadi salah satu top gainers sepanjang tahun 2015 dengan kenaikan 138%. SRIL juga mengantarkan sang pemilik, Iwan Lukminto menjadi salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Mengapa harga SRIL malah ambrol di tahun 2016? Apa penyebabnya? Apa yang harus diketahui dan dilakukan oleh investor dan trader saham di Indonesia? Simak artikel ini untuk mengetahuinya

SEKILAS TENTANG SRIL
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau lebih dikenal sebagai SRITEX (SRIL) merupakan perusahaan tekstil yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah. Perusahaan ini boleh dibilang perusahaan tekstil terbesar di Indonesia atau bahkan di Asia Tenggara, padahal awalnya hanya bermula dari toko tekstil di Pasar Klewer, Solo. Sekarang SRIL memiliki beberapa pabrik, di Sukoharjo dan Semarang. SRIL listing perdana di BEI pada tahun 2013 di harga perdana Rp 240. SRIL terutama memproduksi seragam militer yang diekspor ke 30 negara, selain itu juga memproduksi kain, benang dan produk fashion lainnya.

 

PENYEBAB TURUNNYA HARGA SAHAM SRIL
Sejak listing perdana tahun 2013, pergerakan saham SRIL yang juga masuk daftar saham LQ45 termasuk fluktuatif. Cepat naik, juga cepat turun. Tercatat sempat mencapai harga terendahnya di Rp 120, dan tertinggi di Rp 497. Berikut adalah beberapa rumor yang beredar di kalangan investor yang ditengarai menjadi penyebab turunnya harga saham SRIL.

  • Ada perusahaan asuransi besar yang membuang kepemilikannya di saham SRIL
  • Kewajiban utang jatuh tempo

 

ANALISIS FUNDAMENTAL SRIL
Sepanjang tahun 2010 – 2015, SRIL selalu mencatatkan margin laba antara 5 – 8%. Angka ini termasuk besar untuk kategori perusahaan tekstil. Pada tahun 2015, sampai kuartal III SRIL masih membukukan laba yang meningkat dibanding tahun 2014. Hal ini didukung efek pelemahan rupiah yang menggenjot kinerja ekspornya. Di kuartal III 2015 ROE berada di kisaran 19%. Menggunakan data EPS kuartal III 2015, nilai PER 8,8 dan PBV 1,2. Jdi boleh dibilang harga saham SRIL ini termasuk murah di harga Rp 266.

Kalau kita lihat posisi utangnya, SRIL cukup banyak memiliki utang, diantaranya jatuh tempo pada 9 Februari 2016 senilai $53,8 juta atau setara Rp743 miliar (asumsi kurs Rp13.800 per dolar AS). Utang tersebut diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Sementara total uang tunai yang dimiliki SRIL hanya hanya $27,9 juta atau setara Rp385,79 miliar. Namun, SRIL masih memiliki fasilitas kredit dari bank BRI, dengan total nilai Rp389 miliar. Jadi dengan ketersediaan dana tersebut, SRIL seharusnya masih mampu untuk melunasi utang yang akan segera jatuh tempo di bulan Februari.

Sementara untuk mendanai belanja modal, SRIL berencana untuk menerbitkan surat utang global senilai $420 juta atau setara Rp5,79 triliun. Rencana ini sudah disetujui oleh pemegang saham. Sebagian dana tersebut juga akan digunakan untuk refinancng utang senilai $320 juta yang akan jatuh tempo pada 2019. Jadi dari data ini sebenarnya rumor ketidakmampuan membayar utang jatuh tempo itu tidak beralasan.

Kalau dilihat dari ekspansi yang dilakukan SRIL yang selesai dilakukan tahun ini, mestinya prospek SRIL ke depan masih ok. Hasil ekspansi dari dana hasil IPO akan dinikmati pada 2017 dan seterusnya. Secara fundamental menurut saya prospek SRIL ke depan masih cukup bagus.

Kalau soal adanya asuransi yang menjual saham SRIL kepunyaannya itu menurut saya ya wajar. Mungkin sudah ngebet profit taking. Kebetulan pasar saham dunia sedang kurang kondusif. Maklum saja, asuransi itu membeli saham SRIL di tahun 2015 seharga Rp 180 - an.

 

ANALISIS TEKNIKAL SRIL
Kalau soal kondisi teknikal SRIL, jangan tanya deh. Amburadul. Kondisi downtrend. Tapi yang perlu diperhatikan kalau menggunakan Fibonacci Rectracement dari harga terendah 120 sampai tertinggi 497, maka level harga 260-an berada di level 61,8%. RSI juga menunjukkan kondisi sangat oversold, turun tanpa rebound sama sekali. Jadi boleh bilang SRIL ini sudah kebangetan turunnya, kemungkinan karena panic selling.

Analisis Teknikal Saham SRIL 25 Januari 2016

 

KESIMPULAN UNTUK TRADER ATAU INVESTOR
Untuk investor jangka panjang, bagi yang punya SRIL kemungkinan masih bisa simpan. Fundamental masih relatif ok. Tunggu pengumuman laporan keuangan terbaru baru review lagi.

Sedangkan untuk trader, potensi rebound SRIL menurut saya cukup besar. Di area 260-an ke bawah menurut saya sudah cukup murah. Cuma kondisi pasar saham dunia lagi manyun. Kemudian menilik sejarah SRIL yang sangat fluktuatif jadi kalau mau spekulasi harus hati-hati. Risikonya cukup besar, kalau masih pada panik bisa nyungsep ke 200-an. Jangan gunakan margin kalau spekulasi SRIL. Gunakan manajemen risiko ketat. Kalau mau lebih aman, tunggu tanda-tanda rebound baru masuk.

 

DISCLAIMER
Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala risiko dan kerugian yang timbul akibat penggunaaan informasi di email ini merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing trader dan investor

 

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com

Training

Training Saham Forex EmasIkuti Training Private Class. Pelatihan Saham, Forex, Emas

Read more...

Buka Rekening Saham

Buka Rekening SahamRekomendasi dan konsultasi saham gratis bila membuka rekening saham melalui JurusCUAN.com

Read more...

Rekomendasi Saham

Rekomendasi SahamLayanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com siap membantu Anda memberikan sinyal beli dan jual saham

Read more...

Go to top