Pasar Reguler, Pasar Negosiasi Dan Pasar Tunai di Bursa Saham

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Pasar sekunder adalah kelanjutan dari pasar perdana setelah perusahaan melepas sahamnya dalam IPO. Setelah tercatat di bursa saham, artinya saham perusahaan tersebut bisa bebas ditransaksikan oleh publik, sesuai banyaknya permintaan dan penawaran. Transaksi jual beli saham di pasar sekunder dilangsungkan di Bursa Efek Indonesia. Anda bisa membeli saham melalui sekuritas atau broker, misalnya menggunakan software online trading saham. Nah, pasar sekunder ini dibagi menjadi 3, yaitu Pasar Reguler, Pasar Negosiasi dan Pasar Tunai.

  • Pasar Reguler. Saham-saham di Pasar Reguler diperdagangkan dalam satuan perdagangan “lot”, dimana 1 lot sekarang adalah 100 lembar. Transaksi saham menggunakan mekanisme tawar menawar yang berlangsung secara terus menerus selama periode perdagangan. Maka, boleh dibilang harga saham bisa berubah terus setiap waktu.
  • Pasar Negosiasi. Hampir mirip dengan cara perdagangan di pasar reguler, ada tawar menawar juga tetapi tidak dilakukan di pasar bursa efek. Tawar menawar harga dilakukan secara pribadi tetapi tetap dalam pengawasan bursa. Pasar negosiasi biasanya dipilih bila jumlah lembar saham investor tidak genap 1 lot (100 lembar). Hasil negosiasi harus disepakati oleh bursa.
  • Pasar Tunai. Sama persis seperti di pasar reguler, yang berbeda hanya sistem pembayarannya. Di pasar reguler penyelesaian transaksi adalah T+3 (3 hari setelah transaksi), sistem pembayaran di pasar tunai T+0 jadi dilakukan hari itu juga. Pasar Tunai tersedia untuk menyelesaikan kegagalan anggota Bursa dalam memenuhi kewajibannya di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi. Misalnya pada transaksi short selling.

Pasar Saham Reguler Negosiasi Tunai

Contoh transaksi pasar saham di pasar sekunder: Pasar Reguler (RG), Pasar Negosiasi (NG), dan Pasar Tunai (TN)

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com