Suspensi Bursa Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Setiap kali pasar saham turun tajam, selalu ada investor yang panik dan bertanya-tanya kemana otoritas, mengapa tidak segera disuspensi bursa sahamnya. Otoritas tidak bisa melakukan suspensi setiap kali bursa saham jatuh. Ada persyaratan dan aturannya. Berikut adalah aturan dan bagaimana suspensi bursa saham bisa dilakukan

Bursa saham pernah disuspensi pada saat krisis 1998 (krisis Asia) dan 2008 (krisis finansial global). Saat itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sangat tajam.

Aturan suspensi bursa saham adalah sbb:

Jika IHSG mengalami tekanan hingga lima persen maka otoritas bursa akan memonitor pergerakan saham dan menunjukkan sinyal tanda bahaya.

Jika IHSG turun sampai tujuh persen, maka direksi BEI (Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange) akan mengadakan rapat dan akan mengambil keputusan, sambil terus melaporkan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Selanjutnya, jika IHSG turun 10% direksi dapat mengambil keputusan untuk melakukan penahanan perdagangan saham di bursa domestik (hold), dan biasanya dilakukan selama 30 menit. Dalam situasi seperti itu semua transaksi saham tidak dapat dilaksanakan tapi tidak di-withdraw.

Setelah 30 menit dilakukan "hold", jika indeks BEI kembali melanjutkan pelemahan maka pihak Bursa akan melakukan suspensi terhadap perdagangan saham.

Jika IHSG turun hingga 10% lebih maka kebijakan tidak lagi berada di Direksi BEI melainkan langsung ditangani oleh OJK

Singkatnya bursa saham baru disuspensi jika sudah turun minimal 10%. Jika IHSG cuma turun 3%, 4%, atau 5% dinikmati saja, memang begitulah bursa saham selalu ada volatilitas dan fluktuasi apalagi di negara berkembang. Penurunan bursa saham bisa dianggap bencana, tapi bisa juga dianggap sebagai peluang, tergantung kita memandangnya.

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com