Persiapan Untuk Trading For Living

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Katakanlah Anda sudah mantap dan siap mengundurkan diri sebagai karyawan, karena melihat potensi profesi trader full time yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anda mau berpindah kuadran dari bekerja pada orang lain menjadi bekerja bagi diri sendiri sebagai trader full time dan menjalani trading for living. Bagi Anda yang belum berkeluarga, mungkin lebih mudah saat Anda memutuskan untuk menjadi trader full time. Namun bagi yang sudah berkeluarga apalagi yang sudah punya momongan, harus berpikir panjang sebelum memutuskan untuk trading for living. Sebelum Anda memutuskan, baca dulu artikel ini. Nah, jika sudah mantap, berikut adalah beberapa persiapan sebelum Anda menjalani trading for living.

Persiapan Untuk Trading For Living

Berikut adalah persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalani trading for living:

1. Persiapkan modal Anda. Persiapkan modal sampai sejumlah tertentu. Jika modal Anda kurang, agak sulit mengandalkan trading sebagai sumber pemasukan sehari-hari. Berapa jumlahnya? Untuk lebih jelasnya baca artikel ini.

2. Perkuat keuangan pribadi dan keluarga terlebih dahulu. Pastikan kondisi keuangan sedang baik. Lebih baik jika hutang dan cicilan sudah lunas atau setidaknya sudah ada alokasi dana untuk cicilan. Sudah memiliki asuransi yang diperlukan. Dan lain sebagainya. Hal ini supaya Anda bisa fokus trading.

3. Persiapkan dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari minimal untuk 6 bulan ke depan. Lebih besar lebih baik, misalnya untuk 12 bulan ke depan. Misalnya Anda setiap bulan membutuhkan 10 juta untuk biaya hidup sehari-hari, maka di rekening tabungan Anda harus ada uang senilai 60 juta. Ingat, bahwa uang ini bukan uang modal untuk trading. Uang ini harus terpisah. Hal ini perlu dilakukan agar bila trading Anda kurang berhasil, Anda masih punya cadangan uang untuk hidup sehari-hari. Memiliki cadangan untuk kebutuhan sehari-hari juga berguna supaya trading Anda lebih fokus dan tidak mempengaruhi emosi Anda terlalu dalam.

4. Sebaiknya Anda sudah mengetahui seluk beluk trading terlebih dahulu. Jangan belajar baru pada waktu sudah memutuskan trading for living. Sebaliknya belajarlah trading jauh sebelumnya. Jadi sekarang Anda tinggal praktek. Seharusnya Anda sudah mencoba demo account atau mencoba trading kecil-kecilan sebelumnya. Tidak hanya soal teknis trading, Anda harus sudah paham bagaimana manajemenen uang dan mengelola risiko.

5. Persiapkan mental. Bekerja sendiri tidak sama dengan bekerja dengan orang lain. Enaknya memang Anda tidak perlu bangun pagi, tidak perlu memakai baju bagus dan berdasi waktu bekerja. Anda bisa saja memakai piyama dan berambut kucel waktu trading. Tapi profesionalitas harus tetap sama, bahkan harus lebih. Anda harus disiplin pada diri sendiri, melakukan trading dengan benar, bukannya spekulasi. Hanya dengan trading yang benar, Anda bisa mendapatkan pendapatan secara konsisten. Trading itu tidak mudah dan tidak pernah mudah, maka Anda harus punya sikap mental yang benar sebagai trader. Berbeda dengan pekerjaan lain, yang umumnya tidak melibatkan emosi secara mendalam, profesi trader tidak demikian. Di dalam setiap tindakannnya selalu ada faktor emosi yang menyertai maka Anda harus persiapkan mental Anda dengan baik.

6. Persiapkan exit plan. Tidak semua orang bisa menjadi trader. Ada orang yang lebih cocok bekerja pada orang lain. Ada yang lebih baik menjadi investor. Sebaiknya Anda menetapkan target tertentu, sampai berapa lama Anda mencoba untuk menjadi trader. Jika hasil tidak menguntungkan dalam kurun waktu tersebut, Anda sebaiknya memutuskan untuk keluar arena trading.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi, terutama bagi Anda yang hendak memutuskan untuk trading for living.

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com