Berapa 2+2 Dalam Trading?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Berapa 2+2? Jawabannya gampang, Anda pasti bisa. Anak kecil saja bisa. Tapi bagaimana dengan yang ini. Berapa 2+2 dalam trading? Bisakah Anda menjawabnya? Jawabannya ada di akhir artikel ini.

Matematika Dalam Trading

Saya sering mendapat banyak pertanyaan tentang trading atau pasar. Contohnya begini, "Data ekonomi bagus, kenapa pasar saham kok malah turun?" atau "Laporan keuangan jelek, kenapa harga sahamnya malah naik?" Masih banyak pertanyaan lain yang senada. Pada intinya semua pertanyaan berujung pada satu hal: Jika begini, harusnya begitu. Di dalam pikirannya, orang yang bertanya tersebut menganggap pasar adalah persoalan yang bisa dibahas secara ilmu pasti atau matematika.

Sayangnya pasar bukanlah ilmu pasti atau matematika. Memang tidak mudah mengerti tentang hal ini, karena pasar sering terlihat seperti masalah matematika. Di dalam pasar kita melihat berbagai macam informasi dan sebagian besar informasi yang ada merupakan angka. Harga saham, forex, emas, laporan keuangan, data ekonomi semuanya berwujud angka. Hal ini menggoda banyak orang untuk membabi buta menerapkan analisis, statistik, dan teknik pengolahan data untuk menganalisis pasar. Kenyataannya memang kita bisa melakukan hal tersebut.

Jika kita melihat grafik menggunakan Moving Average, itu juga merupakan pendekatan ilmu statistik. Banyak juga trader yang menggunakan sistem trading berbasis kuantitatif, yang basisnya juga ilmu pasti atau logika. Masalahnya adalah banyak orang melupakan bahwa pasar bukanlah ilmu pasti. Pada dasarnya pasar adalah sistem yang sangat kompleks.

Di pasar, perhitungan 2 ditambah 2 tidak selalu menghasilkan 4. Data ekonomi yang bagus bisa direspon bermacam-macam oleh pasar. Pasar saham bisa naik atau turun, tergantung konteks yang sedang terjadi saat itu. Mengapa? Karena pasar adalah kumpulan manusia yang memilki emosi dan perilaku. Kalaupun sekarang banyak trader atau institusi yang trading menggunakan mesin, tetapi pada dasarnya mesin tersebut adalah perpanjangan dari keinginan manusia.

Jika pasar hanya masalah matematika, maka orang terkaya di dunia ini adalah para ilmuwan genius. Pada kenyataannya kan tidak. Bahkan fakta juga berbicara: IQ Tinggi Tidak Menjamin Sukses Berinvestasi Saham

Banyak trader pintar yang berasal lulusan dari jurusan teknik. Tapi mereka malah gagal karena melihat pasar hanya sebagai ilmu pasti yang menurutnya "mudah ditebak" dengan sekumpulan teori dan rumus. Akhirnya mereka kecewa karena pasar berperilaku tidak seperti seharusnya.

Kembali pada pertanyaan "Berapa 2+2 dalam trading?" Apakah Anda sudah bisa menjawabnya? Dalam konteks trading, 2+2 tidak selalu sama dengan 4. Tapi bisa juga berarti 1+3, 8:2, 9-5, 400-396 dan seterusnya. Banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi.

Matematika Dalam Trading

Lalu apa yang dampak hal ini pada trading. Yang pasti, terimalah bahwa pasar bukanlah ilmu pasti. Jangan sewot kalau pasar bergerak berlawanan dengan teori. Always expect the unexpected.

Semoga artikel ini bermanfaat

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com