Penembak Jitu Saham

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Saya termasuk penggemar game. Salah satu game yang sering saya mainkan adalah First Person Shooter tapi yang bergenre Sniper (Penembak Jitu). Di game jenis ini, pemain berusaha menembak musuh dari jarak jauh dengan seefisien mungkin. Berbicara tentang penembak jitu, seorang trader saham juga membutuhkan ketrampilan seperti sniper. Bagaimana bisa? Baca artikel ini selengkapnya.

Penembak Jitu Saham

Berikut ini adalah beberapa ketrampilan penembak jitu yang dibutuhkan oleh trader:

1. Menilai situasi
Penembak jitu yang baik bisa menilai situasi. Ia hanya beraksi kalau situasi menguntungkannya. Misalnya ia memilih lokasi menembak dari tempat tinggi, menghindari lokasi yang sangat berangin. Trader yang baik juga seharusnya bisa menilai situasi. Trader yang baik hanya trading kalau situasi pasar menguntungkannya. Untuk trader saham, trading saat pasar saham sedang uptrend akan lebih berpeluang mendapatkan profit daripada saat downtrend.

2. Memilih target
Penembak jitu bukanlah prajurit bertipe Rambo yang tembak kesana kemari, dengan memboroskan peluru. Tetapi penembak jitu selalu memilih targetnya. Seorang trader juga perlu memilih target. Salah satu alasannya, keuangan kita terbatas. Kalau uang kita tak terbatas, silakan beli semua saham. Tapi faktanya kan tidak. Kita cuma bisa membeli beberapa saham yang ada di pasar saham. Karena itulah trader perlu memiliki Watch List (atau Interest Stock) yaitu daftar yang berisi saham incaran trader. Saham yang bisa masuk dalam Watch List juga sebaiknya hanya saham tertentu. Seorang sniper biasanya memilih target yang mudah, tidak banyak bergerak. Kalau dipaksakan menembak sasaran yang bergerak cepat, itu bukan lagi namanya penembak jitu tapi penembak untung-untungan. Trader juga sebaiknya menghindari saham yang berfluktuasi tinggi. Walaupun menawarkan profit yang tinggi, saham yang fluktuatif juga memiliki risiko tinggi, arahnya sulit ditebak, menimbulkan beban psikologis yang tinggi.

3. Mengintai
Penembak jitu lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengintai sasarannya. Ia menanti saat yang tepat untuk menembak.Trader yang baik seharusnya juga lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengintai sasarannya. Ia seharusnya lebih banyak melakukan analisis daripada trading. Trader yang terlalu banyak trading akan terjebak menjadi overtrading dan lebih banyak rugi. Trader yang asal beli akhirnya cuma mengandalkan Feeling Analysis, dan merugi.

4. Kesabaran
Penembak jitu akan sabar untuk menunggu waktu yang tepat untuk menembak. Ia bisa berhari-hari menunggu, kalau mau buang air kecil tetap di tempat sambil matanya tetap tertuju pada sasaran. Trader yang baik juga seharusnya sabar menunggu waktu yang tepat untuk trading (market timing). Trader yang baik seharusnya baru mengambil saham kalau semua aturan beli dalam sistem tradingnya sudah terkonfirmasi. Asal beli jual cuma menjadi tindakan spekulatif yang akan membuat akun makin berkurang saldonya.

5. Legowo
Walaupun sudah berhari-hari mengintai mangsa, tapi penembak jitu tidak akan memaksakan diri untuk menembak jika kondisi berubah. Kadang ia terpaksa melepaskan sasarannya, waktu ada gangguan. Trader juga seharusnya berperilaku seperti itu. Seringkali kita ketinggalan rally. Trader yang tidak mau legowo akan memaksakan diri trading, beli di harga tinggi dan akhirnya nyangkut.

Itulah karakter penembak jitu yang perlu dimiliki oleh setiap trader.

Semoga artikel ini bermanfaat

regards
DW
http://www.juruscuan.com