Trading Checklist - 10 Pertanyaan Penting Sebelum Trading

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Persiapan yang baik akan berdampak positif pada kinerja trading Anda. Persiapan adalah tugas yang perlu disiapkan oleh trader karena pasar keuangan yang sangat kompetitif, membutuhkan keselarasan antara kondisi mental, strategi dan eksekusi. Salah satu cara untuk memaksimalkan persiapan trading adalah dengan menggunakan Trading Checklist, yaitu daftar kriteria yang harus dipenuhi sebelum kita trading. Trading Checklist ini akan membantu Anda memutuskan apakah bisa masuk pasar dan mengeksekusi suatu peluang trading. Selain itu juga akan membantu Anda mengidentifikasi potensi dari peluang terjadinya profit.

Trading Checklist - 10 Pertanyaan Penting Sebelum Trading

TRADING CHECKLIST DAN SISTEM TRADING
Trading Checklist biasanya merupakan sub bagian dari Sistem Trading. Trading Checklist digunakan sebagai langkah awal sebelum kita masuk pada Sistem Trading yang sebenarnya.

APA SAJA ISI TRADING CHECKLIST?
Berikut adalah pertanyaan mendasar yang harus ada di Trading Checklist Anda. Semua pertanyaan bisa dijawab dengan cepat, yaitu YA atau TIDAK, sehingga Anda hanya butuh beberapa detik untuk setiap pertanyaan. Semakin banyak pertanyaan yang terjawab dengan YA, biasanya semakin besar peluang trading tersebut akan menghasilkan profit.

1. Apakah software online trading dan internet berjalan lancar?
Kalau software online trading dan internet sedang error ya tidak lucu, mana bisa trading. Anda akan kehilangan peluang.

2. Apakah kondisi mental Anda sedang bagus?
Disarankan tidak trading saat sedang ada masalah, stres atau sakit. Biasanya akan berdampak negatif pada kualitas trading.

3. Apakah tidak ada gangguan saat trading?
Bila ada pekerjaan lain, sebaiknya selesaikan dulu sebelum trading. Tujuannya supaya pikiran bisa terfokus untuk trading dan mendapatkan keuntungan

4. Apakah kondisi pasar sesuai dengan Sistem Trading yang digunakan?
Tidak semua kondisi pasar cocok dengan gaya trading atau indikator dalam Sistem Trading yang digunakan. Misalnya indikator Moving Average tidak cocok digunakan pada kondisi pasar yang sedang sideways.

5. Apakah trend yang terjadi cukup kuat?
Jika kita trading searah trend biasanya akan memberikan peluang lebih besar untuk profit. Apalagi jika trend cukup kuat. Karena itu trading searah trend kuat sangat disarankan. Trend is your friend

6. Apakah trading ini sesuai dengan toleransi risiko saya?
Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda-beda, tergantung dari karakternya, kondisi keuangannya, pengalamannya dan sebagainya. Contohnya trader pemula tidak disarankan trading di saham gorengan yang berisiko tinggi

7. Apakah rasio Risk - Reward cukup besar?
Rasio Risk - Reward adalah perbandingan antara risiko yang dihadapi dibandingkan dengan potensi keuntungan. Misalnya, rasio Risk - Reward 3, artinya kita siap cut loss sebesar 100 rupiah, dengan minimal potensi cuan yang didapatkan bisa 300 rupiah. Disarankan minimal Rasio Risk Reward adalah 2 atau 3.

8. Apakah tidak ada berita yang bisa berpotensi merusak trading?
Biasanya berita penting bisa merusak trading karena dampak yang ditimbulkan sangat besar. Walaupun grafik menunjukkan bullish, tapi kalau ada berita jelek luar biasa, maka harga bisa berbalik arah dalam sekejap. Disarankan tidak trading pada situasi dimana dekat dengan rilis berita atau kejadian penting yang susah ditebak hasilnya.

9. Apakah market sentiment mendukung?
Jika market sentiment atau psikologi pasar tidak mendukung biasanya akan susah mendapatkan profit. Contohnya, kalau psikologi pasar sedang dipenuhi ketakutan, maka berita baik pun tidak berdampak banyak pada pergerakan harga.

10. Apakah Anda bisa menentukan dimana titik Cut Loss dengan jelas?
Ini pelajaran terpenting dalam trading, tentukanlah titik Cut Loss sebelum trading. Sama seperti Anda masuk ke dalam gedung, Anda harus tahu dengan jelas dimana pintu daruratnya. Kalau terjadi bahaya, Anda dengan cepat dan yakin bisa keluar. Problemnya kadang kita susah menentukan titik Cut Lossnya, bisa karena grafik yang agak menyulitkan kita menentukan dengan tepat mana titik Cut Loss nya. Jika Anda ragu-ragu menemukan titik Cut Loss nya sebaiknya cari peluang trading yang lain.

Jika lebih banyak mendapat jawaban TIDAK dari pertanyaan di atas, sebaiknya Anda tidak trading dulu. Jalan-jalan, atau refreshing dulu. Setelah beberapa lama, kemudian Anda bisa mengecek Trading Checklist lagi. Jika lebih banyak mendapat jawaban YA, barulah Anda trading. Semoga dengan Trading Checklist ini, trading Anda semakin berkualitas dan mendapatkan peluang profit lebih besar.

Semoga artikel ini bermanfaat

oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com