TERBUKTI!!!
Telah banyak Member JurusCUAN.com yang mendapatkan PROFIT
Dari rekomendasi saham kami

INFO DI SINI

You are here: HomeTradingBrexit Dari Sudut Pandang Psikologi Trading
FacebookTwitterGoogle Bookmarks

Brexit Dari Sudut Pandang Psikologi Trading

User Rating:  / 2
PoorBest 

Di akhir Juni 2016, pasar saham mengalami panic selling. Penyebabnya adalah hasil referendum yang menyatakan bahwa Inggris melepaskan diri dari Uni Eropa (Brexit). Dalam sehari GBPUSD jatuh ke level paling parah sejak tahun 1985. Banyak trader dan investor bingung, mengapa pelaku pasar bisa begitu panik. Sebenarnya kalau memahami Psikologi Trading, Anda pasti maklum. Kasus Brexit adalah contoh klasik dalam Psikologi Trading.

Brexit Dari Sudut Pandang Psikologi Trading

KEJADIAN LANGKA (RARE EVENTS)
Keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa boleh dibilang merupakan kejadian langka atau rare events. Kejadian langka adalah suatu hal yang sangat jarang terjadi. Saking jarangnya terjadi, kebanyakan orang cenderung meremehkan kejadian langka tersebut bisa terjadi (underestimating the likelihood of rare events). Karena merupakan kejadian langka, probabilitas terjadinya sangat kecil. Tapi belum tentu tidak akan terjadi. Walaupun sangat kecil, tetap ada kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

Kalau kita lihat, pelaku pasar sangat pede dengan meyakini Inggris tidak akan meninggalkan Uni Eropa. Hal ini dapat dilihat dari pasar saham atau poundsterling yang naik tajam dalam beberapa hari menjelang referendum.

Padahal kalau dilihat, polling menunjukkan kubu Bremain (pendukung Inggris tetap di Uni Eropa) dan Brexit (pendukung Inggris lepas dari Uni Eropa) relatif berimbang. Bahkan hasil polling sempat menunjukkan kubu Brexit unggul tipis. Tapi pelaku pasar cuek bebek, dan terus menggiring pasar saham naik lebih tinggi. Dari hasil polling saja mestinya pelaku pasar harus waspada, karena ada kemungkinan Brexit terjadi. Tapi otak rasional pelaku pasar tidak dipakai, dan memilih meremehkan potensi terjadinya kejadian langka tersebut.

Saat terjadi hal sebaliknya, yaitu Inggris meninggalkan Uni Eropa alias kejadian langka, pelaku pasar kaget. Timbul penyesalan yang sangat kuat, sehingga berbondong-bondong berbalik arah. Hal ini menimbulkan efek bola salju kepanikan. Akhirnya poundsterling rontok, jatuh ke level paling parah sejak tahun 1985. Indeks Dow Jones anjlok -610 poin atau -3,39% dalam sehari, mencatatkan penurunan harian terburuk sejak Agustus 2015. Indeks S&P500 juga turun dalam hingga -75,91 atau -3,59%.

Forex GBPUSD Setelah Brexit

Perilaku yang cenderung meremehkan probabilitas terjadinya kejadian langka ini sudah saya bahas di buku Psikologi Trading di halaman 94. Mestinya kalau Anda sudah membaca buku tersebut, tentu lebih bisa memahami perilaku pasar dan bisa mengantisipasinya dengan lebih baik.

Semoga artikel ini bermanfaat

oleh:
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com

Buka Rekening Forex

Buka Rekening ForexBuka Rekening Forex dan dapatkan GRATIS Rekomendasi Forex setiap hari

Read more...

Buka Rekening Saham

Buka Rekening SahamRekomendasi dan konsultasi saham gratis bila membuka rekening saham melalui JurusCUAN.com

Read more...

Rekomendasi Saham

Rekomendasi SahamLayanan rekomendasi saham dari JurusCUAN.com siap membantu Anda memberikan sinyal beli dan jual saham

Read more...

Go to top