Kerja Cerdas Dalam Trading, Bukan Kerja Keras

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Dalam beberapa bidang bisnis, Anda harus menjadi pekerja keras. Semakin keras Anda bekerja dan lebih banyak waktu yang digunakan untuk bekerja, maka semakin banyak uang yang akan Anda hasilkan. Sebagai contoh seorang guru, semakin banyak jam mengajar, maka semakin banyak uang yang dihasilkan. Dalam beberapa bidang bisnis lain, Anda tidak harus bekerja keras. Anda hanya harus bekerja cerdas. Trading adalah salah satunya. Mengapa kita perlu bekerja cerdas dalam trading, bukan bekerja keras?

Kerja Cerdas Dalam Trading, Bukan Kerja Keras

Kebanyakan trader menganggap mereka harus bekerja keras dalam trading. Hal ini dapat dimaklumi, karena pemikiran tersebut merupakan bawaan dari latar belakang pekerjaan mereka sebelumnya. Banyak dari trader pemula adalah karyawan maupun profesional. Mereka memiliki pola pikir karyawan yang merusak trading. Mereka beranggapan harus bekerja keras dalam trading. Semakin bekerja keras maka semakin banyak uang yang dihasilkan.

Trader yang beranggapan bahwa ia harus bekerja keras dalam trading, biasanya melakukan berbagai hal berikut:

1. MERASA HARUS TERUS MEMANTAU PASAR
Trader sering merasa trading yang sempurna adalah dengan menatap layar software online trading terus menerus, selama 10 jam sehari. Ia beranggapan bahwa semakin banyak memantau pasar, ia akan makin "memahami" pasar, dan semakin profit tradingnya. Faktanya, memantau pasar terus menerus tidak menjamin Anda akan memiliki hasil trading yang lebih baik dan memiliki lebih banyak keuntungan. Bukan tidak mungkin, trader tersebut malah bingung dan gampang emosi melihat pergerakan pasar terus menerus. Ketika Anda menjadi seorang trader profesional, umumnya Anda hanya perlu memeriksa grafik selama beberapa menit sampai maksimal satu jam per hari (kecuali Anda menjadi scalper atau day trader).

2. MERASA HARUS SELALU TRADING
Trader sering merasa harus selalu trading untuk memperbesar keuntungan. Sama seperti pola pikir karyawan, semakin banyak lembur, semakin banyak mendapatkan uang. Menurutnya, keuntungan trading berbanding lurus dengan kuantitas trading. Ini anggapan yang salah. Terlalu banyak trading (overtrading) malah merugikan. Besarnya profit yang didapatkan dalam trading tidaklah bergantung pada kuantitas trading, tapi lebih pada kualitas trading.

 

Artikel ini tidak mengajak Anda menjadi seorang yang malas ya. Bagaimanapun di tahap awal sebagai trader, Anda perlu bekerja lebih keras, yaitu dengan banyak membaca buku tentang trading, belajar analisis baik Analisis Fundamental atau Analisis Teknikal, dan sebagainya. Ini adalah tahap-tahap awal, dimana trader mau tidak mau harus bekerja keras.Tapi jika sudah terjun cukup lama sebagai trader, mestinya seorang trader tidak harus lagi bekerja keras. Sebaliknya ia harus bekerja cerdas.

Ketika menjadi seorang trader yang cerdas, maka Anda hanya perlu memeriksa grafik sebentar setiap hari, menemukan peluang trading, mengambil posisi dan menetapkan aturan keluar pasar. Hal ini terjadi bila Anda sudah memiliki Sistem Trading. Dengan memiliki Sistem Trading, maka Anda akan menghemat banyak waktu, karena sudah tahu mau jual atau beli apa dan di harga berapa. Trading menjadi lebih terstruktur, terencana, terarah, efektif dan efisien. Selanjutnya tinggal membiarkan software online trading bekerja. Jadi Anda bisa duduk dan bersantai. Atau lebih baik lagi, waktu yang ada bisa digunakan untuk melakukan hal lain seperti memperdalam ilmu trading atau hal lain yang Anda sukai!

Jangan menjadi trader yang terjebak untuk bekerja keras, tapi jadilah trader yang bekerja cerdas!

regards
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com