george soros

  • Akurasi Bukanlah Segalanya Dalam Trading

    Trader terutama yang pemula biasanya sangat terobsesi pada akurasi trading. Pertanyaan yang sering diajukan oleh trader newbie pada saya adalah: Bagaimana cara trading supaya akurasinya tinggi? Sehingga waktu trading jauh lebih banyak benarnya daripada salahnya. Jitu dalam memilih saham, kalau bisa dari 10 saham 10 jadi cuan. Sial-sialnya 9 cuan cuma 1 yang rugi. Di benak mereka, akurasi atau trading yang jitu adalah segalanya. Mereka berpikir, tanpa akurasi tinggi, trading tidak akan menguntungkan. Faktanya justru sebaliknya.

    Akurasi atau Win Rate yang tinggi bukanlah segalanya dalam trading

  • Bangkit dari Kerugian Besar dalam Trading

    Kerugian bisa dialami oleh setiap trader di sepanjang karirnya termasuk kerugian besar setelah cut loss yang mengakibatkan hilangnya sebagian besar modal. Entah itu karena pasar yang tiba-tiba berubah atau karena faktor internal diri sendiri yang tidak disiplin dan terlalu agresif dalam trading. Yang perlu dilakukan adalah bangkit dari keterpurukan. Bagaimana bangkit kembali setelah kerugian besar tidak rumit; hanya langkah-langkah sederhana yang perlu diperlukan. Yang sulit adalah memperbaiki kerusakan mental yang terjadi, terutama kerusakan kepercayaan diri.

    Bangkit dari Kerugian Besar dalam Trading

  • Belajar Trading Dari George Soros

    George Soros adalah seorang spekulator terkenal di dunia. Ia menjadi sorotan dunia internasional di bulan September 1992, ketika mempertaruhkan $10 milyar pada spekulasi mata uang. Saat itu ia mengambil posisi short pada poundsterling Inggris. Prediksi Soros ternyata benar. Hanya dalam satu hari perdagangan ia menghasilkan keuntungan sebesar $1 miliar. Total keuntungannya pada transaksi itu hampir mencapai $ 2 miliar. Akibatnya, ia terkenal dikenal sebagai "orang yang membangkrutkan Bank of England". Soros juga terkenal dengan Quantum Fund. Perusahaan tersebut menghasilkan return tahunan rata-rata lebih dari 30% saat Soros menahkodainya. Soros juga sosok yang kontroversial. Ia diduga sebagai "pemicu" di belakang krisis keuangan Asia pada tahun 1997, saat ia memiliki bertaruh melawan baht Thailand. Selain itu ia juga dikenal aktif dalam politik dan filantropi. Apa yang bisa kita pelajari tentang trading dari George Soros?