User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberlakukan aturan baru perubahan lot dan fraksi harga saham. Sejak awal, rencana perubahan lot dan fraksi harga saham tersebut menuai pro dan kontra, baik di kalangan broker ataupun trader. Sedikit banyak, perubahan aturan tersebut akan mempengaruhi trader, terutama trader lokal di BEI. Bagaimana dampak perubahan lot dan fraksi harga saham tersebut? Baca artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Apa Aturan Lot dan Fraksi Harga Saham Terbaru?

Sebelum kita bahas dampaknya, kita coba bahas terlebih dulu apa yang ditetapkan dalam aturan baru BEI tersebut. Aturan lot terbaru adalah 1 lot adalah 100 lembar saham. Sedangkan untuk aturan fraksi harga saham terbaru seperti terlihat di tabel di bawah:

Aturan fraksi harga saham terkini


Dampak Perubahan Satuan Perdagangan (Lot)

Perubahan pertama adalah perubahan satuan perdagangan. Jika sebelumnya 1 lot terdiri dari 500 lembar saham, akan berubah mmenjadi 1 lot sebanyak 100 lembar saham. Bagaimana dampaknya?

Dampak perubahan lot akan berdampak positif dan negatif. Dampak positifnya:

  1. Modal yang dibutuhkan untuk membeli saham per lotnya semakin kecil. Misalnya kita ingin membeli saham ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk). Harga saham ITMG saat artikel ini ditulis adalah Rp 31.200. Dengan aturan 1 lot = 500 lembar, kita perlu modal Rp 31.200 x 500 = Rp 15,6 juta hanya untuk membeli 1 lot saham ITMG. Dengan aturan baru 1 lot=100 lembar saham, kita hanya perlu Rp 31.200 x 100 = Rp 3,12 juta untuk membeli 1 lot ITMG. Seperlimanya saja. Hal ini akan sangat berdampak bagi investor kecil, saham menjadi lebih terjangkau. Investor dengan modal kecil seperti karyawan, ibu rumah tangga, dan mahasiswa boleh bersenang hati. Dalam jangka panjang, aturan ini memberi dampak positif bagi pasar modal Indonesia secara umum.
  2. Lebih mudah untuk manajemen uang dan risiko. Dengan 1 lot = 100 lembar saham, trader akan lebih mudah untuk memilah modalnya. Trader kecil lebih mudah untuk melakukan diversifikasi portofolio. Selain itu trader juga bisa lebih bisa melakukan pembelian saham secara bertahap

Sedangkan dampak negatifnya:

  1. Volume transaksi bisa cenderung lebih ekstrim. Saat pasar saham bearish, investor akan cenderung menahan pembelian, sehingga volume transaksi lebih menurun. Sebagai trader kita mungkin akan merasakan, saat bearish, pasar saham makin sepi. Sedangkan secara psikologis, 1 lot = 100 lembar memberi kesan "saham jadi murah", sehingga ada kemungkinan trader terpancing membeli lebih banyak di harga tinggi.
  2. Dalam jangka pendek, trader belum terbiasa dengan perubahan lot tersebut. Akibatnya trader cenderung menahan diri untuk bertransaksi. Sehingga volume transaksi menurun. Hal ini bisa membuat sekuritas sedih, karena fee transaksi baginya juga turun.
  3. Dengan modal per lot lebih kecil, proses "menggoreng" saham, terutama untuk saham berkapitalisasi kecil jadi lebih mudah dilakukan. Karena butuh lebih sedikit modal untuk "menggoreng" saham
  4. Siap-siap mata pedes, karena dengan lot kecil, frekuensi transaksi saham akan lebih tinggi. Saat market sedang ramai, running trade akan berjalan cepat. Hal ini bisa memberatkan sistem online trading. Dan otak bisa makin pusing, melihat running trade yang lebih cepat.

 

Dampak Perubahan Fraksi Harga Saham

Perubahan fraksi harga saham ini tidak terlalu berdampak bagi investor jangka panjang, namun lebih berdampak bagi trader jangka pendek, terutama scalper dan day trader. Umumnya investor jangka panjang tidak terlalu memperhatikan fluktuasi harga saham. Sedangkan scalper dan day trader mencari keuntungan kecil dari perubahan harga saham dalam jangka pendek. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para trader jangka pendek:

  • Kelompok harga paling menguntungkan untuk trading jangka pendek ada di area harga saham Rp 50-200 dan Rp 500-an seperti terlihat pada tabel di bawah. Misalnya setiap kenaikan 1 poin untuk harga saham Rp 500, berarti naik Rp 5, jadi bisa menghasilkan profit kira-kira 1%. Bandingkan misalnya kita membeli saham Rp 4000, setiap kenaikan 1 poin berarti naik Rp 10, artinya cuma profit 0,25%. Masalahnya saham dengan kelompok harga paling menguntungkan tersebut adalah saham yang rawan digoreng

Perbedaan profit pada setiap fraksi harga saham

  • Trader jangka pendek yang trading saham blue chip kemungkinan akan lebih sulit untung. Apalagi kalau dibandingkan dengan insitusi besar yang punya fee jual beli lebih rendah. Misalnya untuk saham Rp 4000, naik 3 poin saja mereka sudah untung, sedangkan trader kecil yang fee transaksi lebih besar kemungkinan perlu 2-3 poin hanya untuk impas.
  • Dampak negatif lain dari perubahan fraksi saham ini adalah beban psikologis bagi trader akan lebih besar. Trader akan sering menyaksikan, terutama saham blue chip, turun beberapa tingkat ke bawah cukup banyak, padahal secara persentase tidak besar. Hal ini akan mengakibatkan trader tidak berpengalaman mudah panik. Kalau melihat bid offer merah semua, apa nggak mules si trader nubie.

Singkat kata, perubahan lot dan fraksi harga saham ini memiliki dampak baik positif atau negatif. Cuma perubahan ini tidak dapat dihindarkan, karena akan segera diberlakukan. Yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi pada perubahan ini.

Semoga artikel ini berguna