Banyak strategi yang bisa dipakai dalam melakukan investasi saham. Salah satu strategi yang cukup populer dipakai adalah CANSLIM. Strategi CANSLIM muncul di buku How to Make Money in Stocks: A Winning System In Good Times or Bad oleh William J. O’Neil. Dikabarkan William mampu menghasilkan jutaan dollar secara konsisten dengan hanya menggunakan strategi ini. Seperti apa strateginya?

Apa Itu Strategi CANSLIM?
Pada prinsipnya CANSLIM adalah strategi investasi saham yang digunakan untuk mencari growth stock, yaitu saham yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Boleh dibilang CANSLIM merupakan salah satu pilihan bila ingin melakukan Growth Investing. Jika diperhatikan strategi ini mengakomodir penggunaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal.
Pencarian saham yang bertumbuh kinerjanya dilakukan dengan Analisis Fundamental. Sedangkan Analisis Teknikal digunakan untuk mencari saham yang paling berpotensi bergerak naik cepat dan sekaligus menentukan kapan pembelian saham tersebut dengan melihat kondisi pasar saham.
Di dalam kata CANSLIM, setiap hurufnya merupakan bagian dari strategi, yaitu menentukan kriteria pemilihan saham. CANSLIM merupakan akronim dari:
- C = Current earnings
- A = Annual earnings
- N = NEW products / service
- S = Supply & demand
- L = Leader or laggard
- I = Institutional sponsorship
- M = Market indexes
Kriteria Pemilihan Saham dalam CANSLIM
Berikut adalah kriteria pemilihan saham menggunakan strategi CANSLIM:
- C (Current Earnings)
EPS kuartal terakhir sebaiknya memiliki pertumbuhan yang kuat. Misalnya bertumbuh minimal 25%. Semakin besar semakin baik - A (Annual Earnings)
EPS selama lima tahun berturut-turut sebaiknya memiliki pertumbuhan yang kuat. Misalnya bertumbuh minimal 25% selama lima tahun terakhir berturut-turut. ROE sebaiknya bertumbuh minimal 17% selama lima tahun terakhir berturut-turut. Semakin besar semakin baik - N (New product/service)
Perusahaan sebaiknya memiliki produk atau layanan baru yang bisa diandalkan. - S (Supply and demand)
Prinsip ini menganjurkan untuk fokus pada emiten yang lebih kecil. Karena harga saham emiten kecil cenderung lebih bisa bergerak signifikan dibandingkan dengan emiten besar. Dari sisi hukum supply and demand (hukum penawaran dan permintaan), perusahaan berkapitalisasi pasar besar membutuhkan lebih banyak demand daripada perusahaan berkapitalisasi kecil untuk menggerakkan harga. - L (Leader or laggard)
Jika kita memiliki banyak pilihan saham growth stock, dianjurkan untuk memilih saham terbaik dari sektor industri terbaik (the leading stock in a leading industry). - I (Institutional sponsorship)
Perhatikan masuknya dana smart money dari institusi besar. Masuknya insitusi besar ke saham tertentu bisa jadi merupakan indikasi potensi naiknya harga saham di masa mendatang. - M (Market indexes)
Sebaiknya pembelian dilakukan pada saat bursa saham sedang bullish, yang ditunjukkan dengan pola indeks saham yang sedang uptrend.

Bila Anda ingin belajar tentang strategi CANSLIM lebih mendalam, disarankan untuk membaca buku Analisis Fundamental Saham
Semoga menginspirasi

