User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Di dalam Analisis Fundamental, untuk memudahkan penilaian laporan keuangan perusahaan, kita dapat menggunakan berbagai rasio finansial. Ada banyak sekali rasio finansial yang bisa digunakan. Berikut adalah 4 rasio finansial paling populer di kalangan investor saham.

4 Rasio Finansial Paling Populer

Apa Itu Rasio Finansial?

Rasio finansial atau rasio keuangan adalah perbandingan yang mengukur hubungan antara dua atau lebih komponen dalam laporan keuangan. Rasio finansial berguna untuk membantu investor saham dalam menganalisis kinerja kesehatan keuangan suatu perusahaan.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Rasio Finansial?

Rasio finansial bisa dihitung sendiri dengan mengambil data dari laporan keuangan. Sebenarnya kita tidak perlu menghitung sendiri rasio finansial. Berbagai rasio finansial sudah tersedia di berbagai aplikasi online trading saham, website BEI, atau berbagai media keuangan lainnya.

 

Berikut adalah 4 rasio finansial paling populer yang banyak digunakan oleh para investor saham:

1. EPS (Earning Per Share)

Earning Per Share (EPS) atau laba per saham adalah rasio yang didapat dari jumlah keuntungan perusahaan dibagi jumlah saham yang beredar. Namun EPS tidak mengikutsertakan dividen yang dibagikan. Rasio EPS digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan. Semakin besar rasio ini biasanya semakin baik.

Rasio Finansial EPS Earning Per Share

2. PER atau P/E (Price to Earning Ratio)

Price to Earning Ratio ( PER) adalah rasio yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan Earning Per Share (EPS). Dengan demikian PER menggambarkan seberapa banyak investor berani menghargai saham itu. Biasanya PER digunakan untuk mengukur mahal atau murahnya suatu saham. Misalnya saham seharga Rp 5.000, sedangkan EPS adalah Rp 400, maka PER nya adalah Rp 5.000 / Rp 400 = 12,5 kali. Jika investor membeli saham tersebut di harga Rp 5.000, berarti investor tersebut berani menunggu 12,5 tahun untuk balik modal. Dengan asumsi pendapatan perusahaan tetap dan seluruh pendapatan perusahaan per saham diberikan padanya. Dengan pengertian ini, artinya saham yang memiliki PER lebih tinggi berarti saham tersebut relatif mahal.

Rasio Finansial PER Price to Earning Ratio

 

3. PBV (Price to Book Value Ratio)

Price to Book Value Ratio (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham saat ini dengan nilai bukunya (Book Value). Sedangkan Book Value adalah nilai uang yang bakal diterima oleh pemegang saham bila perusahaan dilikuidasi. Mirip seperti PER, PBV dapat digunakan untuk mengetahui apakah harga suatu saham saat ini murah atau mahal. Semakin tinggi rasio PBV berarti harga saham tersebut bisa dianggap relatif mahal.

Rasio Finansial PBV Price to Book Value Ratio

 

4. ROE (Return On Equity)

Return on Equity adalah rasio yang dihitung dengan membagi laba dengan modal pemegang saham. ROE dinyatakan dalam persentase. ROE digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan. Secara historis, perusahaan yang menguntungkan adalah perusahaan yang memiliki ROE tinggi. Misalkan sebuah perusahaan memiliki ROE 20%, berarti untuk setiap modal 1 juta, perusahaan itu menghasilkan laba Rp 200.000.

Rasio Finansial ROE Return On Equity

 

Itulah 4 rasio finansial paling populer. Dalam arti yang paling sering digunakan oleh investor saham dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan.

 

Belajar Rasio Finansial Lebih Lanjut

Contoh di atas adalah penjelasan singkat dan kegunaan dari rasio finansial tersebut. Ada lebih banyak lagi rasio finansial yang bisa digunakan untuk membantu investor dalam berinvestasi saham. Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut dan juga berbagai rasio finansial lain dari buku Analisis Fundamental Saham
Buku ini terbilang lengkap dalam membahas Analisis Fundamental dan bahasanya juga mudah dipahami.

Semoga artikel ini bermanfaat