User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Mungkin Anda berpikir hanya orang-orang pintar yang bisa sukses berinvestasi saham. Kita perlu memahami tentang saham, membaca laporan keuangan perusahaan, dan melakukan analisis terhadap saham tersebut. Semua tentu membutuhkan otak yang encer. Bahkan banyak orang menganggap sukses berinvestasi saham perlu IQ tinggi. Bagaimana kenyataannya? Mari simak cerita tentang seorang yang boleh dibilang genius, Sir Isaac Newton, di dalam berinvestasi saham.

IQ Tinggi Tidak Menjamin Sukses Berinvestasi Saham

Kisah Newton Melakukan Investasi Saham

Tidak perlu dijelaskan lagi siapa Sir Isaac Newton. Anda pasti sudah belajar tentangnya sejak SD. Sir Isaac Newton adalah seorang fisikawan Inggris, matematikawan, astronom, filsuf alam, alkemis, dan teolog, telah dianggap oleh banyak oarng sebagai ilmuwan terbesar dan paling berpengaruh yang pernah hidup.

Ada sebuah fakta yang diketahui sedikit orang tentang Isaac Newton. Ia ternyata juga menginvetasikan uangnya di saham. Dan ia kehilangan £ 20.000 (setara uang $ 2.720.000 USD sekarang) karena spekulasi di South Sea Company pada 1720-an. Menariknya, ia dikabarkan sudah mendapat keuntungan sebesar £ 7000 terhormat dan keluar dari pasar saham. Tetapi kemudian masuk lagi ketika harga saham makin tinggi, dan tidak kuasa menahan diri untuk berspekulasi di gelembung harga saham tersebut. Hal buruk tak terelakkan terjadi dan ia kehilangan £ 20.000 - jumlah yang besar pada saat itu. Kisah ini populer sebagai South Sea Bubble.

Kisah Isaac Newton melakukan investasi di South Sea Bubble

Sebagai akibat dari kerugian tersebut, Isaac Newton menyatakan "Saya bisa menghitung gerakan benda langit, tapi bukan kegilaan orang ".

Isaac Newton quotes: I can calculate the motions of heavenly bodies, but not the madness of people

 

Mari kita tengok lagi contoh lainnya. Warren Buffett. ia dikenal sebagai orang terkaya di di seantero jagat. Di tahun 2008, Warren Buffet menjadi orang terkaya sejagat dengan kekayaan 62 miliar dollar AS. Di 2009, setelah mendonasikan miliaran dollar untuk kemanusiaan, Buffett masih termasuk orang terkaya di dunia setelah Bill Gates. Dan di tahun 2011, beliau menjadi orang terkaya ketiga di dunia. Saya berani bertaruh kalau Sir Isaac Newton lebih pintar dari Warren Buffett, tetapi ia tidak lebih berhasil dalam berinvestasi.

 

Mengapa Orang Pintar Justru Gagal Berinvestasi Saham?

Memiliki kepintaran tidak banyak gunanya jika tidak bisa mengontrol emosi. Ketakutan dan keserakahan dengan mudah bisa mengambil alih logika. Itulah sebabnya banyak orang yang gagal dalam berinvestasi saham. Bukan karena kurang pintar, tapi karena kurang bisa mengontrol emosi.

Jelaslah bahwa kepintaran dan IQ tinggi tidak cukup untuk menjamin kesuksesan berinvestasi di pasar saham. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi keputusan investasi, mulai dari psikologi, manajemen uang, manajemen risiko sampai kebijaksanaan untuk melakukan keputusan masuk atau keluar dari pasar saham.

Di dalam investasi, EQ (Kecerdasan Emosional) lebih penting daripada IQ

 

Seberapa Pintar Supaya Bisa Sukses Berinvestasi Saham?

Peter Lynch, salah satu investor sukses dunia, mengatakan: " All the math you need in stock market you get in fourth grade".

Jadi tidak perlu khawatir bila Anda tidak terlalu pintar atau tidak memiliki IQ tinggi. Anda juga bisa sukses berinvestasi saham. Memang IQ tinggi bisa membantu Anda belajar dan mengerti investasi lebih cepat. Tetapi hasil investasi tidak ditentukan kepintaran saja. Banyak faktor lain yang tidak berkaitan dengan otak.

Fakta sudah menunjukkan IQ tinggi tidak menjamin kesuksesan berinvetasi saham. Orang biasa juga bisa sukses berinvestasi saham.

Semoga artikel ini bisa memberi semangat untuk berinvestasi saham