User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Saat ini banyak sekali penawaran investasi yang beredar di masyarakat luas, termasuk yang terkait dengan trading baik saham, forex, emas, kripto atau lainnya. Namun sayangnya tidak semua penawaran investasi tersebut benar adanya. Sebagian besar malah menjadi penipuan, scam, atau sering disebut investasi bodong. Untuk itulah saya menulis artikel ini untuk membantu masyarakat awam supaya tidak ikut terjebak ke dalam penipuan investasi atau trading seperti itu.

Waspada Penipuan Berkedok Investasi Dan Trading

Berbagai Modus Penipuan Berkedok Investasi dan Trading

Ada banyak sekali cara orang menipu untuk mendapatkan uang Anda. Berikut adalah beberapa modus penipuan yang menggunakan kedok investasi dan trading:

  1. Modus titip dana. Ada orang yang mengaku investor atau trader ahli, dan menawarkan untuk menitipkan dana untuk dia kelola dalam investasi atau trading. Yang terjadi biasanya uang habis, karena ternyata tidak bisa trading. Atau uang hilang karena dibawa lari oleh orang tersebut.
  2. Modus paket investasi. Kalau ada penawaran paket investasi, apalagi dengan janji profit yang muluk-muluk Anda perlu waspada.
  3. Modus member get member atau referal. Untuk menarik orang ikut investasi bodong, banyak yang menawarkan paket member get member. Di sini member yang berhasil mendapatkan anggota lain mendapatkan bonus cukup besar.
  4. Modus broker abal-abal. Ada yang membuat broker forex palsu, lalu akhirnya uang nasabah di bawa lari.
  5. Modus robot trading. Ini adalah modus yang cukup populer akhir-akhir ini. Ada yang menawarkan untuk mengelola uang di trading forex, emas atau lainnya menggunakan robot trading. Klaimnya robot trading kinerjanya hebat. Tapi anehnya dana harus ditempatkan di broker tertentu yang regulasinya tidak jelas. Ternyata hasil trading robotnya palsu atau dimanipulasi, dan akhirnya berakhir penipuan.

Modus penipuan yang digunakan bisa salah satu atau kombinasi dari berbagai modus di atas

 

Hampir Semua Modus Penipuan Aslinya Adalah Money Game

Sebagian besar penipuan dengan berbagai modus tersebut di atas bila ditelusuri aslinya adalah money game atau permainan uang. Penipuan model seperti ini seperti ini sudah uzur, dimulai dari Charles Ponzi sampai terakhir yang paling terkenal adalah Bernard Madoff: Mantan kepala bursa saham NASDAQ yang sekarang dipenjara 150 tahun karena investasi money game bodongnya menimbulkan kerugian setara kira-kira 600 triliun rupiah.

Money game adalah penipuan dimana profit yang didapatkan member baru ternyata berasal dari uang yang disetor member lama.

Skema Money Game

Jadi untuk menarik member baru, pengelola money game mengorbankan sebagian uang yang disetor. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kepercayaan pada member baru sehingga semakin banyak yang tertarik. Diharapkan bisa memperpanjang daftar nasabah melalui kabar dari mulut ke mulut yang terbukti sangat efektif. Itu artinya semakin uang yang bisa dicuri.

Yang disebut investasi dan trading sebenarnya hanyalah kedok. Penipu hanya ingin memanfaatkan ketidaktahuan orang awam, yang tidak mengerti tentang trading saham, forex atau emas yang sebenarnya. Kalau dulu dibalut dengan iming-iming arisan motor, agrobisnis, dll, sekarang kedoknya adalah investasi dan trading.

Awalnya memang penipuan investasi berbasis money game seperti ini masih sanggup untuk membayar profit kepada member-membernya. Tapi semakin banyak orang bergabung, komisi dan profit yang harus dibayarkan semakin besar, yang akhirnya akan menjadi beban pengelola dan ujung-ujungnya menyebabkan pengelola kabur saat komisi tidak terbayar. Jadi berhati-hati bila Anda menemui modus penipuan seperti ini, walaupun terlihat menarik di awal, tetapi akan berakhir tragis.

 

Mengapa Money Game Masih Laku di Indonesia?

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa penipuan model kuno seperti money game masih laku di Indonesia. Jawabannya mudah: banyak orang yang ingin kaya secara instan. Mereka tidak peduli cara mendapatkan uangnya, yang penting bisa mendapatkan uang banyak. Sehingga mereka abai pada potensi penipuan.

 

Bagaimana Mendeteksi Penipuan Berkedok Investasi Dan Trading?

Sebenarnya kita bisa mengenali penipuan berkedok investasi dan trading dengan satu prinsip utama yaitu: TOO GOOD TO BE TRUE. Terlalu indah untuk benar-benar terjadi.

Sebagai contoh dulu di tahun 2013 ada Speedline yang menawarkan beragam paket investasi dan memberikan jaminan keuntungan sebesar 3% per hari. Uang investor "katanya" ditradingkan dengan menggunakan robot forex super canggih yang bisa menjamin selalu untung. Jadi kalau kita hitung, dengan 3% per hari, berarti sebulan 90%. Setahun bisa 1080%. Ini kalau perhitungan biasa. Kalau perhitungan compounding bisa lebih besar lagi. Ini baru yang dibagikan untuk member. Jadi perusahan tersebut harus untung lebih besar lagi. WOW! Siapa tidak ngiler?

Tapi coba pikirkan lebih teliti. Andai perusahaan tersebut benar-benar menguntungkan dengan robot tradingnya, kenapa repot repot harus mencari dana orang lain. Dia seharusnya cukup meminjam uang ke bank yang bunganya cuma 15% per tahun. Kalau benar menguntungkan, bank pasti dengan senang hati memberikan pinjaman. Tapi tidak. Kenapa? Silakan jawab sendiri.

Perusahaan yang menawarkan model investasi seperti itu, kalau benar seharusnya menjadi perusahaan paling kaya sedunia, tanpa perlu repot-repot mencari nasabah. Profitnya jauh lebih besar dari Warren Buffet, investor terkaya di dunia yang cuma bisa menghasilkan 24% dari investasinya per tahun. Kalau perusahan itu benar ada, tentulah pemiliknya sudah tercatat sebagai orang terkaya sejagat. Tapi tidak bukan?

Saya sendiri adalah trader forex. Trading forex sesungguhnya tidak mudah. Saya tidak percaya ada robot bisa memprediksi pergerakan chart forex selalu benar sehingga bisa memberikan jaminan profit hingga 3% sehari, SETIAP HARI. Tidak ada yang menjamin kalau trading forex atau gold pasti menang terus. Bahkan menggunakan robot sekalipun. Sekali waktu memang bisa menghasilkan 5%-10%, tapi setiap hari? Kalau ada yang bilang bisa menjamin keuntungan sekian persen per hari itu adalah OMONG KOSONG.

Akhirnya Speedline tersebut terbukti scam / penipuan.

Kalau kita mau lebih jeli dan teliti, ciri-ciri penipuan berkedok investasi atau trading ini bisa kita deteksi dengan mudah:

  • Menjanjikan keuntungan tinggi yang tidak masuk akal.Memang keuntungan besar inilah yang ditawarkan untuk menggaet korbannya. Apalagi banyak orang kan memang suka yang instan. Ingin cepat kaya tanpa berusaha. Seringkali mereka menjamin sejumlah keuntungan yang besar secara tetap. Dari dulu sampai sekarang ciri penipuan bisnis investasi hanya satu yang utama, yaitu menawarkan profit tinggi kepada nasabah.
  • Fokusnya adalah mencari anggota, bukan memproduksi sesuatu atau aktivitas lainnya yang menghasilkan. Umumnya penipuan berkedok money game mengharuskan korbannya untuk mencari korban lain (member get member). Sekarang ada juga modus yang tidak menekankan member get member, tapi pada prinsipnya tetap ia membutuhkan member banyak agar skema prnipuannya berhasil. Karena itu ada yang mengganti sistem member get member dengan menggunakan tim marketing sendiri.
  • Menggunakan testimonial anggota yang "berhasil". Biasanya mereka adalah member lama yang sudah merasakan "manfaat" money game tersebut. Bahkan para member lama ini biasanya militan, mendukung mati-matian, karena memang yang paling duluan masuk di sistem money game yang paling diuntungkan. Merekalah yang rajin mencari member baru untuk diajak.
  • Menjual mimpi. Kalau kita lihat semuanya menjual mimpi, menjadi kaya dengan mudah. Bahkan pengelolanya pun tidak segan berpenampilan tajir. Padahal uang yang digunakan untuk foya-foya tersebut berasal dari uang member. Sebagai contoh bisa dibaca di sini: Jangan Mudah Silau Pada Trader Yang Terlihat Sukses, Bisa Jadi Penipu
  • Tidak teregulasi dengan benar. Di dunia trading atau investasi, regulasi yang benar adalah syarat penting. Saat memilih broker, seharusnya kita memilih broker yang bonafid, misalnya terdaftar di negara maju. Dengan cara ini kita bisa meminimalisir potensi fraud. Biasanya penipuan yang berkedok investasi atau trading menggunakan broker yang ternyata afiliasinya sendiri atau tidak jelas regulasinya.

 

Beberapa Contoh Kasus Penipuan Berkedok Trading dan Investasi di Indonesia

  • Speedline (penipuan berbasis forex)
  • Lucky Trade Community (penipuan berbasis kripto)
  • MIA FintechFX (penipuan berbasis forex)
  • GCG Asia (penipuan berbasis forex)
  • Sunton Capital (sinyal trading palsu)
  • Mark AI (robot trading kripto)
  • dan lain sebagainya

 

Apa Yang Harus Kita Lakukan Bila Ada Penawaran Investasi?

  • Selidiki dahulu sebelum memutuskan. Pelajari dengan teliti. Cari informasi di internet dengan keyword tawaran investasi tersebut. Bisa jadi penipuan
  • Jangan percaya pada kata teman atau saudara. Selidiki sendiri. Kebanyakan orang yang tertipu biasanya karena percaya pada omongan teman, saudara atau keluarga yang ikut menawarkan investasi tersebut.
  • Gunakan prinsip Too Good To Be True. Jika penawaran tersebut terlalu indah, maka Anda perlu waspada
  • Perhatikan ciri-cirinya. Bila mendapati ciri-ciri yang berpotensi penipuan, maka sebaiknya jauhi saja.
  • Bila ragu, tanyakan pada orang yang benar-benar mengerti investasi dan trading. Pastikan bertanya pada orang yang netral, bukan member investasi tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat