User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kita sering membaca berita tentang orang-orang terkaya dunia yang dikabarkan memiliki net worth atau kekayaan bersih yang sangat luar biasa. Tidak hanya untuk orang kaya, kita sebagai orang biasa pun sebaiknya perlu tahu tentang net worth diri kita sendiri. Menariknya, konsep net worth ini juga bisa diterapkan di dalam investasi saham.

Menghitung kekayaan bersih atau net worth

Apa itu Net Worth?

Net worth atau kekayaan bersih adalah nilai dari total aset dikurangi total kewajiban. Net worth bisa diterapkan untuk mengukur kekayaan seseorang atau perusahaan pada suatu waktu tertentu.

Total aset bisa berupa aset berwujud seperti rumah, tanah, saham, tabungan, ditambah aset tak berwujud seperti nilai merek dll. Nilai aset harus dihitung berdasar nilai pasarnya.

Total kewajiban bisa berupa utang baik jangka panjang, menengah atau pendek, contoh utang kartu kredit, KPR, cicilan mobil dll.

Ibaratnya kalau seseorang menjual semua asetnya, lalu membayar semua utangnya, maka sisanya adalah senilai net worth tersebut.

 

Bagaimana Menghitung Net Worth?

Misalkan seseorang memiliki aset tabungan 50 juta, rumah senilai Rp 500 juta, investasi saham senilai Rp 100 juta, mobil senilai Rp 100 juta. Sedangkan ia masih mempunyai utang cicilan KPR 400 juta, cicilan mobil Rp 50 juta, maka:

Net worth = (50+500+100+100)-(400+50) =300 juta

Dengan demikian kekayaan bersih orang tersebut adalah Rp 300 juta

Rumus kekayaan bersih atau net worth

 

Apa Arti Nilai Net Worth?

Semakin besar nilai net worth semakin baik. Artinya orang tersebut semakin kaya. Orang yang memiliki nilai net worth sangat tinggi disebut high-net-worth individuals (HNWI).

Net worth bisa bernilai negatif atau positif.

Bila net worth negatif, artinya kondisi finansial seseorang sedang kurang baik dan perlu diperbaiki.

 

Apa Penyebab Net Worth Negatif?

Net worth negatif biasanya terjadi karena aset terlalu sedikit tapi sebaliknya terlalu banyak utang. Besar pasak daripada tiang. Ia harus fokus untuk mengurangi utang.

Orang muda dengan usia produktif biasanya jarang memiliki net worth negatif. Orang yang mulai kerja biasanya belum punya utang. Seiring berjalannya waktu, seiring meningkatnya kebutuhan biasanya utang mulai meningkat. Jika memiliki gaya hidup mewah dan berlebihan disitulah utang mulai meroket.

Net worth negatif juga bisa terjadi karena kebutuhan keluarga, misalnya butuh biaya sekolah atau kejadian tak terduga seperti sakit yang butuh biaya besar sehingga terpaksa berutang.

 

Kapan Kita Perlu Menghitung Net Worth?

Sebaiknya kita menghitung net worth secara periodik. Minimal setahun sekali. Tapi jika sedang mengalami net worth negatif, sebaiknya sebulan atau tiga bulan sekali untuk memantau perkembangannya.

 

Mengapa Kita Perlu Menghitung Net Worth?

Tujuan utama kita menghitung net worth adalah untuk mengetahui kesehatan kondisi finansial terkini. Apakah sedang membaik atau memburuk.

Mengetahui kondisi finansial terkini merupakan langkah awal dalam proses Perencanaan Finansial, yaitu sebagai pijakan awal untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kita bisa membandingkan posisi net worth dengan periode-periode sebelumnya. Yang ideal adalah nilai net worth positif dan cenderung meningkat. Bila nilai net worth anjlok berarti ada yang perlu diwaspadai. Apa penyebabnya? Jika penyebabnya ada pada sisi aset, mungkin hanya penurunan nilai aset sementara, misalnya nilai investasi turun. Yang berbahaya adalah bila penyebab penuruan ada pada sisi utang. Hal tersebut yang perlu diwaspadai.

 

Net Worth Di dalam Investasi Saham

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, konsep net worth tidak hanya ditemui di keuangan pribadi. Tetapi juga bisa ditemui di dalam investasi saham.

Jika Anda melakukan investasi saham, tentunya kenal dengan istilah Book Value. Nah, Book Value (BV) adalah net worth suatu perusahaan yang dihitung per lembar saham. Jadi kalau misalnya perusahaan dijual semua asetnya dan membayar semua utangnya, maka sisanya senilai Book Value yang akan dibagikan pada pemegang saham.

Semakin besar nilai Book Value, umumnya semakin baik untuk pemegang saham.

 

Semoga artikel ini bermanfaat