User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pasar itu penuh ketidakpastian. Tidak ada yang tahu persis pasar akan bergerak ke mana. Ketika membuka posisi trading, kita tidak tahu kemana harga akan bergerak. Walaupun dari analisis, mungkin sudah terdeteksi trend yang sedang berlangsung, tetapi kita tidak tahu trend tersebut masih akan berlangsung atau justru akan berakhir. Bisa jadi trading yang dilakukan malah menjadi rugi. Bila dibiarkan, kerugian bisa membesar. Karena itu sebaiknya kita membatasi kerugian yang terjadi seminimal mungkin. Ada 3 cara untuk membatasi kerugian dalam trading, yaitu melakukan Cut Loss, Stop Loss dan Trailing Stop. Baca artikel ini selengkapnya untuk mengetahui kegunaan dan karakteristik masing-masing.

Cut loss, stop loss dan trailing stop dalam trading

Mengapa Kita Perlu Membatasi Kerugian Dalam Trading?

  1. Mengantisipasi harga reversal (pembalikan arah). Biasanya reversal terjadi mendadak, maka sangat disarankan memiliki rem darurat dalam trading, supaya kerugian tidak besar
  2. Kerugian kecil butuh profit kecil untuk balik modal. Kerugian besar butuh profit jauh lebih besar untuk balik modal. Untuk mendapatkan profit lebih besar bukankan jauh lebih susah? Kerugian kecil lebih baik daripada kerugian besar
  3. Mencegah terjadi nyangkut
  4. Mencegah terjadi kerugian lebih besar. Jika dibiarkan, kemungkinan kerugian bisa membengkak dan mengakibatkan Margin Call.
  5. Memastikan kita bisa tetap trading di lain hari. Jika nyangkut atau terkena margin call bukankah itu adalah opportunity loss?

 

Prinsip Membatasi Kerugian Dalam Trading

Di alam, cicak memotong ekornya sendiri jika berada dalam bahaya. Ia mengorbankan ekornya supaya ia bisa terbebas dari bahaya lebih besar. Ini sama seperti prinsip membatasi kerugian dalam trading. Di sini kita mengorbankan sebagian kecil dana, supaya bisa tetap trading lagi di lain waktu.

 

Bagaimana Cara Membatasi Kerugian Dalam Dalam Trading?

1. Cut Loss

Cut loss adalah tindakan menutup posisi trading untuk membatasi kerugian, yang dilakukan secara manual, yaitu langsung oleh trader yang bersangkutan. Sebagai contoh, trader membeli saham di harga 540. Harga ternyata turun, di angka 500. Lalu trader tersebut memutuskan cut loss dengan menjual saham tersebut dalam kondisi rugi. Cut loss, karena dilakukan secara manual, memerlukan determinasi dan disiplin kuat dari tradernya. Karena itu cut loss, walaupun penting, sangat sulit dilakukan.

2. Stop Loss

Stop loss adalah tindakan menutup posisi trading untuk membatasi kerugian, yang dilakukan secara otomatis oleh software online trading. Biasanya software online trading memiliki fitur stop loss. Sehingga trader bisa menetapkan level dimana ia bisa keluar dari pasar, bila harga bergerak berlawanan arah dengan prediksinya. Misalnya trader membeli saham di harga 540, ia menetapkan level stop loss di angka 500. Jika harga turun hingga 500, maka stop loss akan terpicu, dan software secara otomatis akan menjual saham tersebut. Stop loss, karena dilakukan secara otomatis, lebih mudah dilakukan. Trader tidak perlu memantau market terus menerus, bisa melakukan pekerjaan lain. Karena itu stop loss ibarat sang malaikat pelindung dalam trading

3. Trailing Stop

Trailing stop adalah tindakan memasang level stop loss mengikuti pergerakan harga. Biasanya trailing stop dilakukan setelah posisi trading mengalami keuntungan. Misalnya trader membeli saham di harga 540, ia menetapkan level stop loss di angka 500. Ternyata harga naik, hingga mencapai level 580. Kemudian ia memindahkan level stop loss di angka 540. Kemudian harga naik lagi di level 620. Lalu ia memindahkan level stop loss di angka 580. Demikian seterusnya. Trailing stop bisa dilakukan secara manual atau dengan bantuan fitur di software online trading

Kelebihan trailing stop adalah selain bisa memaksimalkan profit, dan di saat bersamaan tetap melindungi trading dari pembalikan harga tiba-tiba.

3 cara membatasi kerugian dalam trading: cut loss, stop loss, dan trailing stop

 

Mana Yang Sebaiknya Digunakan?

Cut loss, stop loss, dan trailing stop memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketiganya berguna dalam situasi dan kondisi tertentu. Untuk trader pemula, disarankan belajar menggunakan stop loss otomatis, karena lebih mudah dan tidak terpengaruh secara psikologis.

Saya sendiri menggunakan ketiganya. Cut loss biasanya saya gunakan bila sedang menggunakan gaya trading seperti scalping atau day trading. Stop loss otomatis saya pakai untuk trading dalam jangka lebih panjang, seperti swing trading, karena tidak selalu bisa stand by mengikuti perkembangan pasar. Trailing stop juga saya gunakan untuk memaksimalkan profit saat swing trading.

Semoga artikel ini menginspirasi