User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Saat ini banyak sekali anak muda yang terjun di pasar saham. Harapan para investor saham pemula ini tentu saja mendapatkan keuntungan dari membeli dan menjual saham. Tetapi pasar saham juga memiliki risiko. Bahkan di beberapa hal terdapat risiko yang jauh lebih besar dari yang lain. Investor saham pemula disarankan menghindari hal-hal berikut terlebih dahulu, karena sangat berbahaya. Apa saja yang perlu dihindari?

Saran Untuk Investor Saham Pemula: Hindari 4 Hal Berbahaya Ini

1. MENGGUNAKAN DANA MARJIN

Dana marjin adalah fasilitas pinjaman dana yang diberikan oleh sekuritas. Biasanya besarnya sampai 1-3 kali dana nasabah yang sudah disetor. Menggunakan dana marjin memang menggiurkan karena bisa membeli saham melebihi dana yang dimiliki. Otomatis berpotensi memberikan profit lebih. Namun ada beberapa risiko yang perlu diingat:

  • Kalau rugi, besar kerugian yang terjadi juga makin besar
  • Menggunakan dana marjin berarti menggunakan uang panas, biasanya sangat mempengaruhi emosi
  • Biasanya dikenakan bunga marjin yang cukup besar, sampai 0,2% per hari. Sabtu, Minggu, hari libur juga dihitung (untuk akun saham reguler). Itu berarti kira-kira bunganya 73% per tahun
  • Jika tidak setor dana dalam jangka waktu tertentu, saham dikenakan Force Sell (dijual paksa oleh sekuritas)

 

2. SAHAM GORENGAN

Saham gorengan adalah sebutan untuk saham yang pergerakan sahamnya dipercaya merupakan hasil rekayasa. Pergerakan harga saham gorengan bisa sangat fluktuatif. Harganya bisa naik sangat tinggi, tapi juga bisa turun sangat tajam tanpa sebab. Pergerakan harga saham gorengan tersebut karena ulah "bandar" yang merekayasa atau menggoreng saham tersebut. Bandar di sini bisa merujuk pada seseorang atau institusi yang memiliki modal kuat. Membeli saham gorengan memang sangat menggiurkan, karena kalau naik bisa memberikan untung sangat besar hanya dengan modal kecil. Tapi perlu diingat, bahwa membeli saham gorengan memiliki risiko yang sangat tinggi. Jka tidak hati-hati, bisa rugi sangat besar sampai uang bisa ludes. Penjelasan selengkapnya tentang saham gorengan bisa dibaca di sini.

 

3. SAHAM AKSELERASI

Saham akselerasi adalah saham khusus yang bisa listing di bursa saham (masuk Papan Akselerasi). Biasanya saham akselerasi diisi oleh perusahaan startup. Karena sifatnya, saham akselerasi bisa memberikan profit sangat tinggi bila perusahaannya benar-benar berkembang. Namun ada beberapa risiko yang perlu diingat:

  • Perusahaan tersebut biasanya perusahaan startup, masih kecil, dan kondisi fundamentalnya masih belum jelas
  • Perusahaan tersebut saat terdaftar di bursa saham boleh dalam kondisi rugi
  • Saham perusahaan akselerasi bisa turun sampai menjadi Rp 1 (Tidak dibatasi sampai Rp 50 seperti saham lainnya)

 

4. WARAN

Waran adalah hak untuk membeli saham dari satu perusahaan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran atau emiten. Waran biasanya diterbitkan berbarengan dengan IPO suatu saham. Gunanya adalah sebagai pemanis, untuk menarik para investornya agar mau membeli saham baru tersebut (sweetener). Seperti saham, waran juga diperdagangkan di bursa, sehingga pemilik waran dapat ikut mendapat keuntungan (capital gain) jika harganya mengalami kenaikan. Ciri Waran, adalah dengan penambahan huruf W pada akhir kode saham emiten: contoh MEDC-W, BRPT-W, CMNP-W, dan seterusnya. Harga Waran biasanya murah meriah, kadang ada yang harganya di bawah Rp 50. Karena itu membeli waran bisa menghasilkan profit luar biasa jika naik, apalagi waran tidak memiliki batas ARA (Auto Rejection Atas). Namun ada beberapa risiko yang perlu diingat:

  • Waran juga tidak memiliki batas ARB (Auto Rejection Bawah) sehingga kalau turun juga bisa sadis
  • Waran biasanya menjadi sweetener saham gorengan yang IPO, jadi pergerakan harganya juga fluktuatif
  • Waran memiliki batas waktu, jika tidak dijual atau ditebus menjadi saham maka bisa hangus

 

Keempat hal di atas memang menggiurkan, karena bisa memberikan profit yang luar biasa besar. Tapi risiko yang dikandungnya juga besar, jika tidak hati-hati juga bisa membuat rugi besar. Ingat prinsip High Risk, High Return. Oleh sebab itu, saya menyarankan pada investor saham pemula untuk menghindari keempat hal di atas dulu. Jika sudah berpengalaman, silakan dicoba.

Catatan: Bahkan sebagian besar investor saham berpengalaman pun juga tidak mau menyentuh keempat hal tersebut.

Semoga menginspirasi